Fenomena La Nina Pengaruhi Tingginya Curah Hujan, BMKG: Mei Hujan Diprediksi Berhenti

Komaruddin Bagja, Sindonews · Senin 22 Februari 2021 05:19 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 22 337 2365959 fenomena-la-nina-pengaruhi-tingginya-curah-hujan-bmkg-mei-hujan-diprediksi-berhenti-Xlblsz7Pfg.jpg Ilustrasi(Foto:Okezone)

JAKARTA - Deputi Bidang Klimatologi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Herizal menjelaskan, musim hujan 2020-2021 dipengaruhi dengan fenomena iklim global La Nina yang dapat meningkatkan curah hujan hingga 40 persen. La Nina diperkirakan masih akan berlangsung setidaknya hingga Mei 2021.

"Saat ini hampir sebagian besar wilayah Indonesia, yaitu 96 persen dari Zona Musim telah memasuki musim hujan," jelas Herizal di Jakarta, Minggu (21/2/2021).

Diprakirakan pada Maret-April 2021 curah hujan di sebagian besar Wilayah Indonesia masih berpotensi menengah hingga tinggi (200-500 mm/bulan), sedangkan sebagian besar Papua dan sebagian Sulawesi berpotensi mendapatkan curah hujan bulanan kategori tinggi-sangat tinggi atau lebih dari 500 mm/bulan.

Baca Juga: Musim Hujan Rawan Banjir, Ini Anggaran yang Perlu Disiapkan

"Sementara Mei memasuki masa transisi dari musim hujan ke kemarau dan pada Juni-Agustus sebagian besar wilayah seperti Riau, Jambi, Sumsel, Lampung, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Sulawesi Selatan dan Papua diprakirakan mendapatkan curah hujan kategori menengah-rendah (20-150 mm/bulan)," tambahnya.

September diprediksikan juga masih kemarau, sementara Oktober memasuki transisi musim kemarau ke musim hujan dan diprakirakan November kembali memasuki musim hujan.

Baca Juga: Musim Hujan dan Banjir, Susi Pudjiastuti: Siap Berlayar

Herizal menambahkan, musim kemarau diperkirakan lebih basah dibandingkan normalnya karena itu tetap perlu diwaspadai potensi bencana hidrometeorologi hingga April 2021.

"Musim kemarau tahun ini tidak sekering musim kemarau pada biasanya atau juga dibandingkan musim kemarau 2019," tuturnya.

Karena itu masih perlu diwaspadai potensi banjir yang berpeluang terjadi pada Maret-April 2021, namun juga perlu dimanfaatkan potensi curah hujan kategori menengah dan tinggi pada Maret dan April untuk mengisi waduk, bendungan dan embung sebagai cadangan air untuk mengantisipasi musim kemarau.

(saz)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini