Survei Indikator: 41 Persen Warga Ogah Divaksin Covid-19, Alasannya Mengejutkan

Arie Dwi Satrio, Okezone · Minggu 21 Februari 2021 21:08 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 21 337 2365865 survei-indikator-41-persen-warga-ogah-divaksin-covid-19-alasannya-mengejutkan-wUZC0T9NmF.jpg ilustrasi: shutterstock

JAKARTA – Pemerintah telah menjalankan program vaksinasi Covid-19 bagi masyarakat. Mereka yang telah ditetapkan sebagai sasaran penerima vaksin Covid-19 wajib mengikuti vaksinasi Covid-19. Namun, masih ada warga yang menolak vaksin Covid-19.

Hal ini terungkap dari hasil survey Lembaga Survei Indikator Politik Indonesia yang menyatakan, 41 persen masyarakat Indonesia belum bersedia untuk divaksin Covid-19. Dari hasil survei tersebut, sebanyak 54,2 persen masyarakat masih belum ingin divaksin karena alasan efek samping.

"Sangat banyak warga yang kemudian tidak lantas bersedia divaksin (41 persen), terutama karena alasan efek samping vaksin yang belum dipastikan (54 persen)," mengutip rilis resmi Indikator Politik Indonesia, Minggu (21/2/2021).

Kendati demikian, berdasarkan hasil temuan Indikator Politik Indonesia, hampir semua masyarakat sudah mengetahui bahwa pemerintah telah memulai program vaksinasi virus corona (Covid-19). Mayoritas warga juga setuju bahwa vaksin telah dinyatakan halal, meskipun masih banyak yang takut untuk divaksin.

"Hampir semua warga sudah tahu pemerintah telah memulai program vaksinasi virus corona, 91,3 persen. Mayoritas warga juga setuju dengan pendapat bahwa mereka menerima vaksin jika telah dinyatakan halal, 81,9 persen,"tandasnya.

Sekadar informasi, Lembaga Indikator Politik Indonesia melakukan survei terkait tantangan dan problem vaksinasi Covid-19 si Indonesia. Survei dilakukan dengan cara menggunakam kontak telepon untuk mengantisipasi penyebaran virus corona.

Sebanyak 1.200 responden dipilih secara acak dari kumpulan sampel acak survei tatap muka langsung yang dilakukan Indikator Politik Indonesia pada rentang Maret 2018 hingga Maret 2020.

Adapun, asumsi metode yang digunakan yakni simple random sampling. Ukuran sampel 1.200 responden memiliki toleransi kesalahan (margin of error) sekira 2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen. Sample berasal dari seluruh provinsi yang terdistribusi secara proporsional.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini