Pilkada Digelar 2024, Pesona Anies, Ridwan Kamil hingga Ganjar Diprediksi Meredup

Fahreza Rizky, Okezone · Minggu 21 Februari 2021 13:40 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 21 337 2365745 pilkada-digelar-2024-pesona-anies-ridwan-kamil-hingga-ganjar-diprediksi-meredup-tvMORq3IMM.jpg Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. (Foto : Okezone)

JAKARTA - Pengamat politik Universitas Al Azhar Indonesia (UAI), Ujang Komarudin, menilai pesona calon presiden (capres) potensial pada 2024 dari kelompok kepala daerah akan meredup jika pilkada serentak digelar pada tahun yang sama.

Sejumlah capres potensial dari klaster kepala daerah antara lain Gubernur DKI Anies Baswedan, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, hingga Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa. Nama para kepala daerah itu kerap masuk dalam berbagai survei mengenai capres.

"Seperti itulah yang akan terjadi. Pesona kepala daerah yang sudah tak menjabat lagi akan meredup, luntur, dan bahkan hilang. Ini sudah menjadi bagian dari sunatullah di politik. 'Ada gula, ada semut'. Ketika mereka berkuasa, akan ada datang banyak semut yang mengerumuti. Sedangkan jika sudah tak berkuasa, semut-semut akan menghilang," kata Ujang kepada MNC Portal, Minggu (21/2/2021).

Menurut Ujang, capres dari kluster kepala daerah bisa merebut momentum untuk 2024 apabila memiliki jabatan baru yang bisa digunakan sebagai panggung pencitraan.

"Intinya jika mereka tak lagi jadi kepala daerah di 2024, karena sudah berhenti di tahun-tahun sebelumnya, mereka akan lemah dan tak ada tenaga untuk bisa bersaing di Pilkada 2024," jelas Ujang.

Baca Juga : Pilkada Digelar 2024, Sekda DKI, Jabar, Jateng hingga Jatim Akan Jadi Penjabat Gubernur

Ujang mafhum nama Anies hingga Ganjar kerap muncul di survei pencapresan. Sebab mereka masih memiliki panggung sebagai kepala daerah.

"Jika sudah tak menjabat, maka tak akan punya kekuataan untuk bisa bersaing. Salah satu jalannya, mesti punya jabatan lain agar bisa tetap punya panggung-panggung politik," imbuh dia.

Sebagaimana diketahui, salah satu agenda revisi UU Pemilu adalah mengubaj jadwal Pilkada 2024 menjadi 2022 dan 2023. Namun saat ini mayoritas fraksi di DPR tidak menghendaki revisi beleid itu. Artinya, bisa dipastikan Pilkada tetap dihelat pada 2024 bersamaan dengan Pilpres.

Baca Juga : Ogah Revisi UU Pemilu, Istana Bantah Ingin Sorongkan Gibran di Pilgub 2024

Sejumlah kepala daerah yang berpotensi menjadi capres 2024, akan habis masa jabatannya pada 2022 dan 2023.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini