Presiden Jokowi: Kecepatan Vaksinasi Covid-19 Tak Merata

Dita Angga R, Sindonews · Sabtu 20 Februari 2021 19:01 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 20 337 2365490 presiden-jokowi-kecepatan-vaksinasi-covid-19-tak-merata-Ec3PFJpCr9.jpg Presiden Republik Indonesia Joko Widodo. (Foto: Okezone)

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan bahwa pelaksanaan vaksinasi covid-19 tidak hanya bergantung pada rumah sakit maupun puskesmas. Dimana pemerintah menggelar vaksinasi secara masal.

Hal ini untuk mempercepat proses vaksinasi.

“Tetapi sekarang kita mulai dalam bentuk massal-massal. Seperti di Senayan, di Tanah Abang ,” katanya dikutip dari Akun Youtube Sekretariat Presiden, Sabtu (20/2/2021).

BACA JUGA: Presiden Jokowi: Vaksinasi Di Bulan Puasa Dilakukan Malam Hari

Dia mengatakan bahwa daerah-daerah yang memiliki wilayah berzona merah akan didahulukan untuk vaksinasi. Selain itu juga mempertimbangkan kesiapan vaksinator yang ada di masing-masing daerah.

“Nanti juga kita tentukan memang prioritas adalah daerah-daerah yang banyak merahnya. Yang itu akan didahulukan. Kemudian juga kesiapan dari vaksinator,” ujarnya.

Jokowi menyebut meskipun Indonesia memiliki 30 ribu vaksinator tapi sebarannya tidak merata. Sehingga mempengaruhi kecepatan vaksinasi.

“Karena ternyata meskipun kita memiliki 30 ribu vaksinator tetapi persebarannya ternyata tidak merata. Sehingga ini juga menyebabkan proses vaksinasi ini antara provinsi dengan yang lain kecepatannya berbeda,” ungkapnya.

BACA JUGA: Tata Cara Pendaftaran Vaksinasi Covid-19 bagi Lansia

Lebih lanjut dia mengatakan bahwa akan ada tambahan sebanyak 9 ribu vaksinator dari TNI/Polri.

“Saya kira ini akan sudah mencapai katakanlah 40 ribu. kalau satu orang vaksinator sehari bisa 30. Berarti sehari 1,2 juta. Hitungan gampangnya seperti itu. Tapi praktik di lapangannya yang memang ini membutuhkan improvisasi yang baik sehingga angka yang kita harapkan benar-benar tercapai,” pungkasnya.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini