Tren Kasus Aktif Turun & Dinilai Sukses, Airlangga: PPKM Mikro Dilanjutkan hingga 8 Maret 2021

Tim Okezone, Okezone · Sabtu 20 Februari 2021 13:50 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 20 337 2365368 tren-kasus-aktif-turun-dinilai-sukses-airlangga-ppkm-mikro-dilanjutkan-hingga-8-maret-2021-JIBJhQMHpC.jpg Airlangga Hartarto (Foto : Okezone.com)

JAKARTA - Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro sejak 2 minggu terakhir dinilai sudah cukup sukses. Dari tujuh provinsi yang menerapkan kebijakan tersebut sudah terdapat penanganan pandemi Covid-19 yang lebih baik. Kasus positif nasional sudah turun hingga minus 17,27 persen selama PPKM Mikro diterapkan.

“Tren kasus aktif di lima provinsi di DKI Jakarta, Banten, Jabar, DIY dan Jatim, juga berhasil diturunkan. Kemudian, Bed Occupancy Rate (BOR) juga sudah turun di bawah 70%. Tingkat kesembuhan pasien positif juga meningkat di Jabar, DKI Jakarta, DIY dan Jatim. Tingkat kematian di DKI Jakarta, Jabar dan Bali juga turun,” kata Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) Airlangga Hartarto, Sabtu (20/2/2021).

Dalam Konferensi Pers "Perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Mikro" yang diselenggarakan secara daring, Airlangga menunjukkan jika tren kepatuhan protokol kesehatan juga meningkat di seluruh provinsi hingga 87 %-88%.

Melihat keberhasilan ini, maka pemerintah akan memperpanjang PPKM Mikro dari 23 Februari sampai 8 Maret 2021. “Secara umum, pelaksanaan PPKM dan PPKM Mikro selama 5 minggu telah berhasil dan mulai menekan laju penambahan kasus aktif, bahkan sudah menunjukkan penurunan yang signifikan,” ungkap Airlangga yang juga Menko Perekonomian RI.

Baca Juga : Jokowi: Tahun Kerbau Logam Penuh Kekuatan, Keteguhan dan Kedisiplinan

Baca Juga : Jakarta Dikepung Banjir, Berikut Foto-Fotonya

Khusus pada awal Februari dilaporkan terdapat 176.000 orang terpapar. Namun, setelah dilaksanakan PPKM Mikro pada rentang waktu 5 hingga 17 Februari terdapat penurunan, sehingga kasus aktif 162.000.

Selama perpanjangan PPKM Mikro ini, instrumen regulasi sudah dilengkapi, baik dari Instruksi Mendagri, Instruksi Mendes, SE-DJPK, instruksi atau Surat Edaran Gubernur juga sudah dibuat. Pemerintah dalam persiapan 3T (tracing testing dan treatment) sudah memadukan data antara Kemenkes dan Pemerintah daerah.

Dalam hal testing hingga kini sudah dibagikan 653.000 kit antigen yang didistribusikan ke daerah. “Bahkan, akan ditambah lagi satu juta kit antigen pada 23 Februari nanti oleh Kemenkes,” tutur Airlangga.

Untuk membantu penanganan PPKM Mikro, pemerintah juga sudah menyiapkan tracer (petugas yang akan melacak) kasus Covid-19. Dari Satgas Covid diturunkan sebanyak 4188 orang yang dibantu Babinsa 29.491 orang dan Bhabinkamtibmas sebanyak 17.523 orang.

Mereka diturunkan ke zona Merah, Orange dan Kuning untuk melakukan pelacakan suspect dan kontak erat.

Selain itu, pemerintah juga sudah menyiapkan dukungan anggaran untuk tracing ini dari anggaran kementerian dan lembaga, anggaran TNI/Polri, program Pemulihan Ekonomi Nasional, APBD dan APBDesa.

“Secara keseluruhan terdapat 29.736 Babinsa dan seluruh Bhabinkamtibmas di 7 provinsi yang ditegaskan,” tutur Airlangga.

Airlangga juga menyatakan dari kesimpulan atau evaluasi pelaksanaan PPKM Mikro ini, maka kebijakan ini perlu penguatan operasional di tingkat RT/RW pada Desa/kelurahan. Untuk itu, perlu terus dilakukan persiapan dan pelaksanaan 3T di desa/ kelurahan sampai dengan tingkat RT/RW.

Pemerintah juga sudah menyiapkan bantuan beras dan masker bagi RT/RW terdampak yang mekanisme distribusi melalui Polsek/Koramil setempat.

Pemerintah juga terus membuat integrasi sistem, yaitu pemetaan zonasi risiko tingkat RT dan pendataan 3T. Bagi RT dan RW yang dinyatakan zona merah sesuai dalam ketentuan PPKM Mikro, maka masyarakat akan mendapatkan bantuan.

Selanjutnya, pemerintah provinsi mengkoordinasikan data pemetaan zonasi risiko tingkat RT dan data penyaluran bantuan (beras dan masker) dan melaporkan ke Satgas Pusat via Satgas Daerah.

Dalam PPKM Mikro untuk zona merah, orange dan kuning akan ada pemenuhan kebutuhan dasar pada masyarakat, seperti beras, sembako dan lain-lain.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini