KPK Yakin Penerimaan Suap serta Gratifikasi Nurhadi Telah Terbukti di Persidangan

Arie Dwi Satrio, Okezone · Sabtu 20 Februari 2021 03:36 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 20 337 2365184 kpk-yakin-penerimaan-suap-serta-gratifikasi-nurhadi-telah-terbukti-di-persidangan-zZ3dYSkijd.jpg Nurhadi. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) meyakini mantan Sekretaris Mahkamah Agung (MA), Nurhadi dan menantunya, Rezky Herbiyono, menerima suap serta gratifikasi sesuai dengan surat dakwaan. Jaksa KPK optimis telah membuktikan perbuatan suap dan gratifikasi keduanya di persidangan.

"Kami selaku tim JPU sangat yakin dan optimis untuk membuktikan semua uraian dakwaan yang kami dakwakan pada kedua terdakwa," kata Jaksa KPK, Takdir Suhan melalui pesan singkatnya, Jumat (19/2/2021).

Baca juga: Pengacara Nurhadi Tak Permasalahkan Saksi Hengky Ubah Keterangan BAP

Menurut Jaksa Takdir, pihaknya telah membuktikan penerimaan suap serta gratifikasi Nurhadi dan Rezky Herbiyono berdasarkan alat bukti yang dihadirkan di persidangan. Alat bukti yang dihadirkan tim Jaksa, dinilai Takdir,  telah cukup untuk meyakinkan majelis hakim.

"Bahwa semua alat bukti yang kami hadirkan di depan persidangan hingga sidang hari ini telah sangat cukup untuk bisa menyakinkan Majelis Hakim," ucap Takdir.

Baca juga: Penyidik KPK Bongkar Isi Percakapan di Handphone Kakak Penyuap Nurhadi

"Nantinya dalam surat tuntutan, tim JPU akan secara detail menguraikan semua unsur perbuatan para terdakwa sebagaimana surat dakwaan," sambungnya.

Sekadar informasi, mantan Sekretaris Mahkamah Agung (MA), Nurhadi dan menantunya, Rezky Herbiyono didakwa menerima suap sebesar Rp45.726.955.000. Uang suap Rp45,7 miliar itu diduga berasal dari Direktur Utama (Dirut) PT Multicon Indrajaya Terminal (PT MIT), Hiendra Soenjoto. 

Uang yang diberikan Hiendra tersebut untuk mengupayakan Nurhadi dan Rezky Herbiyono dalam memuluskan pengurusan perkara antara PT MIT melawan PT Kawasan Berikat Nusantara (PT KBN) terkait gugatan perjanjian sewa menyewa depo kontainer di Cilincing, Jakarta Utara. 

Tak hanya itu, Nurhadi dan Rezky juga didakwa menerima gratifikasi. Keduanya diduga menerima gratifikasi sebesar Rp37.287.000.000 dari sejumlah pihak yang berperkara di lingkungan Pengadilan tingkat pertama, banding, kasasi, hingga peninjauan kembali.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini