Terungkap! Hotma Sitompul Pernah Dimintai Bantuan Juliari Batubara

Arie Dwi Satrio, Okezone · Jum'at 19 Februari 2021 20:54 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 19 337 2365136 terungkap-hotma-sitompul-pernah-dimintai-bantuan-juliari-batubara-GytamJaeg3.jpg Foto: Okezone

JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah rampung melakukan pemeriksaan terhadap pengacara kondang Hotma Sitompul.

(Baca juga: Mahfud MD Bentuk 2 Tim untuk Revisi UU ITE)

Hotma sendiri diperiksa dalam kapasitasnya sebagai saksi terkait kasus dugaan suap pengadaan paket Bantuan Sosial (Bansos) untuk penanganan Covid-19, yang menyeret mantan Menteri Sosial (Mensos) Juliari Peter Batubara.

(Baca juga: Foto-Foto Baku Tembak Pasukan Elite Paskhas dengan KKB di Bandara Aminggaru)

Hotma mengaku pernah diminta bantuan oleh Juliari Batubara saat menjabat sebagai Mensos. Kata Hotma, Juliari Batubara meminta bantuannya untuk mengurus kasus anak di bawah umur. Ia pun mengakui kerap bolak-balik ke Kemensos untuk mengurus kasus itu.

"Begini, saya lembaga bantuan hukum diminta oleh Pak Menteri, singkatnya aja ya, untuk membantu ada satu kasus menyangkut anak di bawah umur yang sangat miskin. Jadi pak menteri sangat perhatian pada kasus itu. Dimintalah membantu di saat bansos-bansos ini saya mondar-mandir di Kemensos," kata Hotma di Gedung Merah Putih KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Jumat (19/2/2021).

Pada pemeriksaan kali ini, penyidik menggali pengakuan Hotma ihwal dirinya yang kerap mondar-mandir di Kementerian Sosial (Kemensos). Hotma mengklaim bahwa kedatangan ke Kemensos hanya untuk membantu mengurus kasus itu.

"Jadi anak ini sebetulnya mengalami perkosaan tiga kali, hamil karena diperkosa, dia ambil anak kecil, dia bunuh, dalam tanda kutip dimasukkan ke dalam bak, viral sekali. Jadi kita diminta bantuannya untuk menaruh perhatian kepada anak ini, LBH Mawar Sharon," pungkasnya.

Sejauh ini, KPK baru menetapkan lima orang tersangka dalam perkara ini.Kelima tersangka itu yakni, mantan Mensos Juliari P Batubara. Kemudian, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Kemensos, Matheus Joko Santoso (MJS) dan Adi Wahyono (AW) serta dua pihak swasta pemberi suap yakni Ardian IM (AIM), Harry Sidabukke (HS).

Matheus dan Adi Wahyono diduga mengambil jatah Rp10 ribu dari tiap paket bansos berupa sembako seharga Rp300 ribu, bekerjasama dengan pengusaha Ardian IM dan Harry Sidabukke. Dari jatah Rp10 ribu di tiap paket sembako, diduga ada yang mengalir untuk mantan Menteri Sosial (Mensos) Juliari P Batubara.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini