Geledah 2 Perusahaan Swasta, KPK Amankan Barbuk Suap Bansos Covid-19

Arie Dwi Satrio, Okezone · Jum'at 19 Februari 2021 19:57 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 19 337 2365106 geledah-2-perusahaan-swasta-kpk-amankan-barbuk-suap-bansos-covid-19-gPQBZwF23n.jpg Foto: Illustrasi Shutterstock

JAKARTA - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggeledah dua perusahaan swasta di daerah Bekasi dan Jakarta, pada Kamis, 18 Februari 2021, kemarin. Penggeledahan dilakukan untuk mencari bukti tambahan terkait kasus dugaan suap pengadaan bansos untuk penanganan Covid-19.

"Kamis (18/02/2021), tim penyidik KPK telah selesai melakukan penggeledahan di dua lokasi berbeda terkait penyidikan perkara dugaan suap dalam Pengadaan Bantuan Sosial Untuk Wilayah Jabodetabek Tahun 2020," kata Plt Juru Bicara KPK, Ali Fikri melalui pesan singkatnya, Jumat (19/2/2021).

"Adapun, lokasi penggeledahan bertempat di dua kantor perusahaan swasta yang terletak di Bekasi Jawa Barat dan Jakarta," imbuhnya.

Baca juga:  Kasus Korupsi Bansos Covid-19, KPK Panggil Hotma Sitompul

Berdasarkan informasi yang dihimpun, dua perusahaan yang digeledah itu yakni, kantor PT Indoguardika Vendos Abadi yang berlokasi di Lantai 21 Tower Alamanda, TB Simatupang, Jakarta Selatan dan Kantor CV Bahtera Assa di Jalan Boulevard Raya, Grand Galaxy Blok RRG 2 No. 55, Kota Bekasi, Jawa Barat.

Dari penggeledahan di dua perusahaan swasta tersebut, penyidik mengamankan sejumlah barang bukti berupa dokumen dan alat elektronik. Adapun, dokumen itu diantaranya, dokumen penawaran, rekening koran perusahaan, dokumen pembelian barang, serta dokumen aliran uang perusahaan.

 Baca juga: KPK Buka Peluang Tetapkan Tersangka Baru Kasus Bansos Covid-19

"Barang bukti yang diamankan diantaranya berbagai dokumen dan alat elekronik yang terkait dengan perkara. Selanjutnya barang bukti tersebut akan dilakukan analisa dan verifikasi mendalam untuk dilakukan penyitaan," terang Ali.

PT Indoguardika Vendos Abadi sendiri diduga berafiliasi dengan utusan atau operator Anggota DPR RI, Ihsan Yunus, Agustri Yogasmara alias Yogas. Bahkan, salah satu karyawan PT Indoguardika Vendos Abadi sudah pernah diperiksa oleh KPK, beberapa waktu lalu.

Sementara CV Bahtera Assa, dikabarkan berafiliasi dengan Kukuh Ary Wibowo selaku staf ahli mantan Menteri Sosial, Juliari Peter Batubara. Dalam rekonstruksi kasus bansos, Kukuh diketahui terlibat dalam pertemuan dengan Juliari dan Tersangka Adi Wahyono pada 2 April 2020. Pertemuan itu disinyalir membahas penyediaan bansos untuk penanganan Covid-19 di wilayah Jabodetabek Tahun 2020.

Sejauh ini, KPK baru menetapkan lima orang tersangka dalam perkara ini.Kelima tersangka itu yakni, mantan Mensos Juliari P Batubara. Kemudian, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Kemensos, Matheus Joko Santoso (MJS) dan Adi Wahyono (AW) serta dua pihak swasta pemberi suap yakni Ardian IM (AIM), Harry Sidabukke (HS).

Matheus dan Adi Wahyono diduga mengambil jatah Rp10 ribu dari tiap paket bansos berupa sembako seharga Rp300 ribu, bekerjasama dengan pengusaha Ardian IM dan Harry Sidabukke. Dari jatah Rp10 ribu di tiap paket sembako, diduga ada yang mengalir untuk mantan Menteri Sosial (Mensos) Juliari P Batubara.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini