Kejagung Sebut Bocah Peretas Database Bermotif Iseng

Puteranegara Batubara, Okezone · Jum'at 19 Februari 2021 18:11 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 19 337 2365048 kejagung-sebut-bocah-peretas-database-bermotif-iseng-ni8WITHJGG.jpg Foto: Illustrasi Shutterstock

JAKARTA - Kejaksaan Agung (Kejagung) menyebut bahwa pelaku MFW (16) yang diduga melakukan peretasan database Kejaksaan hanya bermotifkan iseng belaka.

Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung, Leonard Eben Ezer Simanjuntak menjelaskan bahwa, keisengan pelaku itu lantaran di tengah pandemi ini lebih banyak menghabiskan waktu di rumah.

"Iseng aja dia, karena waktu kan pendidikan sekarang secara virtual nih, libur-libur dia bikin. Papanya sudah pensiun, ibunya masih kerja, ya dia iseng," kata Leonard di Gedung Kejagung, Jakarta Selatan, Jumat (19/2/2021).

Baca juga:  Database Diduga Diretas, Kejaksaan RI Langsung Ganti Password

Leonard menyatakan, pihaknya telah memintai keterangan terhadap pelaku usai berhasil mengidentifikasinya. Bahkan, pelaku MFW dan kedua orang tuanya itu langsung di bawa ke Kejaksaan Agung pada Kamis 18 Februari lalu, untuk dimintai keterangannya.

 Baca juga: Bocah 16 Tahun Asal Sumsel Retas Database Kejaksaan Agung

Tetapi lantaran masih di bawah umur, Leonard mengungkapkan bahwa, pihaknya tak melakukan proses hukum kepada pelaku itu. Alasannya, masih dibawah umur dan telah berjanji tidak mengulangi perbuatannya lagi.

Baca juga: Bocah Peretas Database Kejagung RI Tidak Diproses Hukum

"Dan orang tua yang bersangkutan ada di sebelah kiri kami juga telah membuat surat pernyataan yang secara langsung akan mendidik, mengontrol anak yang bersangkutan untuk tidak melakukan perbuatan peretasan sebagaimana yang terjadi," papar Leonard.

Leonard kemudian menjelaskan bahwa data-data yang dijual dalam situs https://raidforums.com/ bersifat terbuka untuk umum dan dapat diakses secara langsung di website resmi Kejaksaan RI.

Sementara itu, Ia memastikan bahwa data itu tidak berhubungan langsung dengan database kepegawaian kejaksaan. Selain itu, informasi perkara-perkara yang dimuat dalam situs itu pun juga dapat diakses oleh publik.

"Didapat kesimpulan bahwa user tersebut adalah user untuk masuk ke dalam website Kejaksaan," ujar Leonard.

Dia mengungkapkan bahwa setidaknya ada 3.086.224 data yang dibobol dan diperjualbelikan dengan harga sekitar Rp400 ribu itu.

Sebelumnya, Kejagung tengah menelusuri atas dugaan adanya peretasan database kejaksaan yang tersebar di dunia maya. Database tersebut pun telah diunggah pada kehttps://raidforums.com/. Peretas mengatasnamakan dirinya Gh05t666nero.

Dalam data yang diunggah oleh peretas terlihat data yang diretas adalah nama lengkap, nomor telepon, alamat email dengan domain @kejaksaan.go.id, jabatan, pangkat kepegawaian, hingga nomor pegawai.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini