Waspada, Penyintas Covid-19 Masih Bisa Terinfeksi Kembali

Dita Angga R, Sindonews · Jum'at 19 Februari 2021 06:02 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 19 337 2364615 waspada-penyintas-covid-19-masih-bisa-terinfeksi-kembali-diF07fdP4I.jpeg Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito. (BNPB)

JAKARTA - Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito mengatakan, dari kasus di berbagai negara masih ditemukan kejadian reinfeksi (terinfeksi kembali) virus corona (Covid-19). Termasuk di Indonesia juga ditemukan kejadian reinfeksi pada penyintas Covid-19.

“Berdasarkan data kasus di berbagai negara termasuk Indonesia telah ditemukan kejadian reinfeksi atau terpaparnya kembali seseorang yang telah dinyatakan sembuh,” katanya dalam konferensi pers, Kamis (18/2/2021).

Wiku mengatakan, infeksi pada setiap orang menimbulkan efektivitas antibodi yang berbeda baik kadar maupun jangka waktunya. Dia mengatakan, Covid-19 merupakan virus baru yang masih belum diketahui bagaimana imunitas terbentuk setelah terpapar.

“Sehingga pertanyaan terkait imunitas yang terbentuk setelah terpapar masih menjadi tanda tanya bagi para ilmuwan. Sehingga hasil studi tersebut masih sangat dinamis dengan banyaknya penelitian lain yang serupa,” tuturnya.

Wiku mengatakan berdasarkan Hongkong Medical Journal tahun 2020, reinfeksi virus bisa terjadi karena beberapa faktor. Salah satunya karena virus masih bersembunyi di dalam tubuh. Lalu adanya kontaminasi silang dari strain virus lain.

“Bisa juga karena hasil pemeriksaan pasien positif palsu. Terakhir, metode pengambilan spesimen yang salah,” tuturnya.

Lebih lanjut dia mengingatkan, hal ini mengharuskan para penyintas tak boleh lengah. Dia meminta penyintas Covid-19 tetap melaksanakan protokol kesehatan.

Baca juga : Kerumunan di PIK saat Imlek, Ariza: Kalau Melanggar, Ada Sanksi yang Akan Diberikan

“Fakta ini menjadi sebuah penanda untuk tidak menjadikan alasan bagi penyintas covid-19 untuk melupakan kedisiplinan protokol kesehatan karena peluang reinfeksi covid-19 itu ada. Hal tersebut sangat bergantung pada upaya kita,” tuturnya.

Baca Juga : Pasca-Libur Imlek, Satgas: Peningkatan Kasus Covid-19 Baru Terlihat 2 Minggu Mendatang

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini