KPK Limpahkan Berkas 2 Terdakwa Korupsi RS Tropik Unair

Antara, · Jum'at 19 Februari 2021 03:30 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 19 337 2364578 kpk-limpahkan-berkas-2-terdakwa-korupsi-rs-tropik-unair-Qsxs2EQ4aD.jpg Gedung KPK (Foto: Okezone)

JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melimpahkan berkas perkara dua terdakwa perkara korupsi pengadaan peralatan kesehatan dan laboratorium RS Tropik Infeksi di Universitas Airlangga Tahap I dan Tahap II TA 2010 ke Pengadilan Tipikor Jakarta.

Dua terdakwa, yaitu mantan Direktur Marketing PT Anugrah Nusantara Minarsih dan mantan Kepala Badan Pengembangan dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Bambang Giatno Raharjo.

"Hari ini, JPU (Jaksa Penuntut Umum) KPK Eko Wahyu Prayitno telah melimpahkan berkas perkara terdakwa Minarsih dan terdakwa Bambang Giatno Rahardjo dalam perkara dugaan korupsi pengadaan peralatan kesehatan dan laboratorium RS Tropik Infeksi di Unair Tahap I dan Tahap II TA 2010 pada Pengadilan Tipikor Jakarta," kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (19/2/2021).

Baca Juga: Geledah 2 Lokasi di Yogyakarta, KPK Amankan Dokumen Pembangunan Stadion

Ali mengatakan, khusus terdakwa Bambang penahanannya selanjutnya menjadi kewenangan Pengadilan Tipikor Jakarta. Sedangkan terdakwa Minarsih tidak dilakukan penahanan karena masih menjalani pidana badan dalam perkara sebelumnya di Rutan Pondok Bambu, Jakarta Timur.

"Tim JPU akan menunggu penetapan penunjukan Majelis Hakim dan penetapan hari persidangan dengan agenda pembacaan surat dakwaan," kata Ali.

Keduanya masing-masing didakwa dengan dakwaan primair Pasal 2 Ayat (1) jo Pasal 18 Undang-Undang Tipikor jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP, subsidair Pasal 3 jo Pasal 18 Undang-Undang Tipikor jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP.

Baca Juga: Beri Efek Jera, Abraham Samad Dukung Edhy Prabowo-Juliari Dihukum Mati

Keduanya diduga menyalahgunakan wewenang terkait pengadaan peralatan kesehatan dan laboratorium RS Tropik Infeksi di Unair Tahap I dan II Tahun Anggaran 2010 dengan nilai total proyek sekitar Rp87 miliar. KPK menduga korupsi yang dilakukan keduanya menyebabkan kerugian negara sebesar Rp14,1 miliar.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini