Oknum Polisi Aniaya Pencuri hingga Meninggal, Polri: Karena Hilang Kendali

Puteranegara Batubara, Okezone · Kamis 18 Februari 2021 16:39 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 18 337 2364361 oknum-polisi-aniaya-pencuri-hingga-meninggal-polri-karena-hilang-kendali-iiR97Wz7rG.jpg Ilustrasi (Foto : Shutterstock)

JAKARTA - Polri mengungkap motif dari enam orang oknum anggota kepolisian Polresta Balikpapan yang dijadikan tersangka dalam kasus penganiyaaan terhadap pelaku pencurian dengan pemberatan (curat) atas nama Herman.

Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Ahmad Ramadhan menyebut, mereka mengaku hilang kendali saat melakukan hal tersebut sehingga mengakibatkan korban meninggal dunia.

"Para tersangka mengakui motifnya adalah hilang kontrol atau hilang kendali, sehingga melakukan tindakan kepada herman," kata Ahmad dalam jumpa pers di Gedung Humas Polri, Jakarta Selatan, Kamis (18/2/2021).

Namun demikian, Ahmad tak merinci lebih lanjut bagaimana tersangka dapat memukuli Herman yang berada di bawah pengawasan tahanan Polres hingga meninggal dunia.

Ahmad menyatakan, hanya dapat memastikan bahwa penganiayaan tersebut yang kemudian menyebabkan Herman meninggal dunia di dalam Mapolres.

"Jadi saat ini sudah dilakukan pemeriksaan kode etik dan juga proses pidananya," ujar Ahmad.

Divisi Propam Polri dan Polda Kalimantan Timur (Kaltim) menetapkan enam orang oknum anggota kepolisian Polresta Balikpapan sebagai tersangka.

Hal itu dilakukan setelah adanya dugaan penganiyaaan terhadap pelaku pencurian dengan penberatan (curat) atas nama Herman.

Baca Juga : 6 Polisi di Balikpapan Ditetapkan Tersangka Penganiayaan Pelaku Pencurian

Baca Juga : Kesimpulan Komnas HAM: Ustadz Maaher Meninggal karena Sakit, Bukan Sebab Lain

Keenam oknum polisi tersebut juga dikenakan hukuman kode etik. Mereka yang dijadikan tersangka adalah Iptu RH dan lima orang lainnya yang tidak disebutkan identitasnya.

Kasus ini bermula ketika unit Opsnal Reskrim Polresta Balikpapan pimpinan Iptu RH menangkap tersangka curat Herman, pada 2 Desember 2020.

Setelah ditangkap, Herman dibawa ke Polresta Balikpapan. Ditempat itulah diduga terjadi aksi penganiayaan yang menyebabkan pelaku itu meninggal.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini