Jumhur Hidayat Curhat ke Hakim Tak Bisa Konsultasi dengan Pengacaranya

Ari Sandita Murti, Sindonews · Kamis 18 Februari 2021 15:55 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 18 337 2364321 jumhur-hidayat-curhat-ke-hakim-tak-bisa-konsultasi-dengan-pengacaranya-L9znKJ7WbI.jpg Jumhur Hidayat (Foto: Antara)

JAKARTA - Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan menggelar sidang kasus penyebaran berita hoaks dengan terdakwa Jumhur Hidayat, Kamis (18/2/2021). Dalam persidangan, Jumhur curhat selama di Rutan Bareskrim Polri dia seolah tengah hidup di tengah hutan, konsultasi dengan pengacaranya pun tidak bisa dilakukannya.

Jumhur mengatakan, pendampingan hukum terhadap dirinya seolah tidak nyata adanya. Sebabnya, Tim Advokasi untuk Demokrasi (TAUD) selaku kuasa hukumnya kesulitan untuk bertemu dengannya di Rutan Bareskrim Polri.

Menurutnya, sudah dua pekan lamanya dia tidak berkonsultasi dengan tim kuasa hukum ataupun bertemu siapapun yang hendak datang melihatnya. Tak hanya itu, dia pun tidak diperbolehkan menggunakan alat komukasi selama berada di dalam rutan.

"Saya selama dua minggu tidak bisa konsultasi, telepon tidak boleh, pakai HP tidak boleh, kuasa hukum datang saja tidak boleh," ujarnya di persidangan PN Jaksel, Kamis (18/2/2021).

Menurutnya, selama di rutan Bareskrim Polri, dia seolah tengah berada di hutan belantara yang luas tanpa adanya penerangan. Mendadak, dia pun harus menjalani proses persidangan tanpa tahu harus melakukan tindakan apa dan tanpa ada pemberitahuan sebelumnya.

Baca Juga : Jaksa Minta Hakim Tolak Eksepsi Jumhur di Kasus Penyebaran Hoaks

Selama satu pekan yang lalu majelis hakim telah memberikan waktu bagi Jumhur untuk berkonsultasi. Namun, selama itu pula dia bahkan tak bisa berkomunikasi apapun dengan pengacaranya.

"Saya ini kayak di hutan belantara, tahu-tahu ikut sidang saja. Bahkan saya hadir ini saja tidak tahu mau ngapain? Saya ini gelap gulita, dan yang mulia kasih waktu saya seminggu konsultasi tapi tidak bisa komunikasi dengan kuasa hukum," katanya.

Majelis hakim pun menjawab alasan Jumhur tak bisa bertemu dengan pengacaranya karena saat ini tengah dalam suasana pandemi Covid-19. Lantas, hakim menyarankan pada Jumhur dan pengacaranya untuk berkomunikasi melalui sambungan telepon saja, yang mana bisa dilakukan dengan meminjam telepon penyidik.

"Karena memang mungkin prosesnya tidak boleh datang atau ke tempat pertemuan, tapi coba minta ajukan untuk melalui telpon. Jadi hapenya pakai punya penyidik, gimana begitu?," kata hakim.

Namun, pengacara terdakwa pun menyanggah pernyataan hakim lantaran konsultasi antara kuasa hukum dengan kliennya itu sejatinya bersifat sangat rahasia sehingga tak seharusnya hakim menyarankan hal itu.

"Untuk konsultasi kan sifatnya rahasia, jagan sampai hak asasi itu dilanggar," jelas salah satu kuasa hukum Jumhur.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini