Tantangan Disrupsi Teknologi, Kemhan Kembangkan Sistem Pertahanan Siber

Riezky Maulana, iNews · Kamis 18 Februari 2021 15:10 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 18 337 2364283 tantangan-disrupsi-teknologi-kemhan-kembangkan-sistem-pertahanan-siber-iYkWgRPv1Q.jpg Wamenhan Muhammad Herindra (Foto : iNews.id)

JAKARTA - Wakil Menteri Pertahanan (Wamenhan) Letjen TNI Muhammad Herindra mengungkapkan Kementerian Pertahanan (Kemhan) terus melakukan pengembangan sistem pertahanan siber. Hal itu bertujuan untuk menjawab tantangan disrupsi teknologi yang saat ini tengah terjadi.

"Kemhan sebagai leading sector pertahanan terus melakukan upaya pembangunan sistem pertahanan siber yang solid, guna menjawab tantangan disrupsi teknologi saat ini," katanya dalam acara Seminar Pertahanan dan Keamanan Nasional Tahun 2021: Disrupsi Teknologi Pada Industri Pertahanan dan Pengembangan Pertahanan Siber Indonesia, Kamis (18/2/2021).

Dia menjelaskan, dalam tahap revolusi industri 4.0 saat ini, disrupsi teknologi digital semakin masif dan telah masuk ke banyak ranah kehidupan. Termasuk ke dalam sektor pertahanan.

"Revolusi industri 4.0 memperluas dimensi pertempuran, yang terdiri dari dimensi darat, laut, dan udara ke dimensi ruang angkasa dan ruang siber (Network Centric Warfare)," tuturnya.

Kemhan, kata Herindra, terus menyesuaikan sistem pertahanan nasional yang dimiliki dengan era digitalisasi. Menurutnya Kemhan juga memfokuskan perhatian terhadap peningkatan kapabilitas Sumber Daya Menusia Siber, agar siap dalam menghadapi tantangan yang ada.

Dalam hal pengembangan teknologi yang meliputi penguasaan teknologi kunci sebagai program prioritas, jelasnya, disesuaikan dengan kebutuhan pengguna dan perkembangan teknologi terbaru. Menurutnya, dengan langkah strategis tersebut diharapkan dapat mendorong pengembangan industri nasional dalam pengembangan produk pertahanan.

“Diperlukan pengembangan produk industri pertahanan yang strategis dan memiliki teknologi tinggi yang melibatkan lebih dari satu industri pertahanan, sehingga dalam pengembangan jangka panjang akan membentuk ekosistem industri pertahanan," ucapnya.

Baca Juga : Polisi Pakai Narkoba, Kadiv Propam: Karir Tamat dan Hidup Melarat!

Dia menuturkan, tumbuhnya industri pertahanan, tak hanya membawa dampak langsung kepada pemenuhan kebutuhan alutsista dan pendukung alutsista saja. Namun, sambungnya, akan menjadi pijakan bagi pengembangan industri nasional lainnya yang secara akumulatif akan meningkatkan kemampuan perekonomian Indonesia dalam aspek perindustrian.

"Efektivitas pertahanan negara turut ditentukan juga oleh teknologi dan kemampuan industri pertahanan dalam memenuhi kebutuhan pengadaan dan pemeliharaan Alat Utama Sistem Senjata (Alutsista) dan Non Alutsista,” kata dia.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini