Survei Indometer: 70% Publik Tetap Puas dengan Kinerja Jokowi

Bima Setiyadi, Koran SI · Kamis 18 Februari 2021 14:36 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 18 337 2364245 survei-indometer-70-publik-tetap-puas-dengan-kinerja-jokowi-qESJHIZlk6.jpg Presiden Jokowi (Foto : Biro Pers Kepresidenan)

JAKARTA - Lembaga survei Indometer merilis hasil survei terhadap Presiden Joko Widodo (Jokowi) di tengah situasi pandemi dan kemerosotan ekonomi. Hasilnya, tingkat kepuasan publik terhadap pemerintahan Jokowi periode kedua ternyata tetap tinggi, yakni mencapi 70% responden.

Direktur Eksekutif lembaga survei Indometer Leonard SB mengatakan, dari hasil survei yang dilakukan sejak 1 sampai 10 Februari, pihaknya menemukan tingkat kepuasan terhadap Presiden Jokowi mencapai 70,1 persen.

“Tingkat kepuasan yang sangat tinggi menunjukkan bahwa Jokowi tetap dipercaya oleh publik," kata Leonard dalam siaran persnya di Jakarta, Kamis (18/2/2021).

Menurut Leonard, publik menilai pilihan-pilihan kebijakan pemerintahan Jokowi dalam menghadapi pandemi Covid-19 dan dampak ekonomi yang ditimbulkannya masih layak untuk didukung.

Keputusan Jokowi untuk tidak melakukan lockdown, lanjut Leonard, memberi kesempatan bagi pelaku ekonomi untuk tetap berusaha, meskipun ada sejumlah pembatasan yang diberlakukan. Pemerintah kini menerapkan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) mikro.

Di sisi lain, ketidakpuasan publik yang mencapai 25,2 persen dipengaruhi oleh masih tingginya kasus konfirmasi Covid-19 dan anjloknya perekonomian. Misalnya, rendahnya jumlah testing dan tracing, serta pertumbuhan ekonomi yang minus sepanjang 2020.

Baca Juga : Resmikan Bendungan Tapin Kalsel, Jokowi: Ini Mampu Kurangi Banjir Secara Drastis

Sementara itu masih ada 4,7 persen yang menyatakan tidak tahu/tidak menjawab.

"Publik masih melihat sejauh mana vaksinasi bisa digenjot, serta pemulihan ekonomi yang kini mengandalkan kebijakan UU Cipta Kerja dan Lembaga Pengelola Investasi (LPI)," pungkasnya.

Survei Indometer dilakukan pada 1-10 Februari 2021 melalui sambungan telepon kepada 1.200 responden dari seluruh provinsi yang dipilih acak dari survei sebelumnya sejak 2019. Margin of error sebesar 2,98 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini