Kisah Bung Karno Dapat Ide Buat Tugu Monas

Doddy Handoko , Okezone · Kamis 18 Februari 2021 06:01 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 18 337 2363943 kisah-bung-karno-dapat-ide-buat-tugu-monas-3kOH4Xcpwc.jpg Soekarno (Foto: Ist)

SUATU saat muncul kabar bahwa Bung Karno akan mendirikan Tugu Monas setelah kembali dari Perancis. Ide pembuatan tugu itu muncul ketika Bung Karno menginap di hotel Crillon. Hotel yang biasa digunakan menginap para tamu negara, yang terletak di kawasan La Place de la Concorde.

Dari jendela kamar, tatapannya bisa langsung mengarah ke obelisk (tugu) luxor (Obélisque de Luxor), karena letak obelisk dan hotel itu memang berhadap-hadapan. "Bentuk obelisk itulah yang kemudian mengilhaminya, sehingga lahir gagasan mendirikan Tugu Monas,"ucap Roso.

"Bentuk Monas dan Obelisk of Luxor sebenarnya tidak sama persis," tambahnya.

 Baca Juga: Bung Karno Bisikkan Nama Ratna Sari Dewi di Penghujung Hidupnya

Tugu Monas digagas 17 Agustus 1954 adalah monuman peringatan setinggi 132 meter (433 kaki) yang didirikan untuk mengenang perlawanan dan perjuangan rakyat Indonesia merebut kemerdekaan dari pemerintahan kolonial Hindia Belanda.

Proses desain Tugu Monas melalui perlombaan. Meski dalam sayembara itu tidak ada pemenang. Bung Karno kemudian merancang sendiri garis besarnya kemudian diterjemahkan dengan baik oleh Silaban.

Karya Silaban lain adalah Mesjid Istiglal. Beberapa seniman dan teknokrat yang terlibat antara lain Henk Ngantung (pelukis), Silaban (arsitek), Prof.Rooseno dan Ir.Sutami (konstruksi/sipil).

Di puncak nyala api Monas dilapisi dengan 38 kg emas murni. Dari 38 kg total emas, sebesar 28 kg disumbang oleh konglomerat asal Aceh bernama Teuku Markam.

Baca Juga:  Bahan Kayu Tongkat Komando Bung Karno dari Tempat Keramat

Teuku Markam adalah pengusaha kaya Aceh pada jaman pemerintahan Presiden RI Soekarno. Emas di puncak Monas disebut dengan '' Lidah Api '' Konon Lidah Api di puncuk monas tersebut Menggambarkan sosok Perempuan yang sedang duduk bersimpuh dengan gerai rambutnya yang panjang.

Rambut atasnya disimpul seperti sanggul kecil. Duduk menghadap langsung ke Istana Negara.Sosok wanita di lidah api Monas tersebut hanya bisa dilihat dari sisi sebelah kiri Monas atau di Jalan Medan Merdeka Barat sebelah utara, dekat dengan Istana Presiden.

Roso Daras dalam buku "Total Bung Karno" menuliskan proses pembuatan Tugu Monas.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini