Jika Pemilu Dilakukan Serentak di 2024, Masyarakat Hanya Akan Peduli Pilpres

Felldy Utama, iNews · Rabu 17 Februari 2021 22:17 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 17 337 2363860 jika-pemilu-dilakukan-serentak-di-2024-masyarakat-hanya-akan-peduli-pilpres-H50ABudBqO.jpg Ilustrasi (Dokumentasi Okezone)

JAKARTA - Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Ilham Saputra memprediksi tingkat partisipasi pemilih akan melonjak tinggi apabila penyelenggaraan pemilu dan Pilkada digelar serentak di tahun 2024.

Hal itu diungkapkan Ilham merujuk pada pengalaman pelaksanaan Pemilu serentak 2019 kemarin. Dimana, saat itu tingkat partisipasi di atas 80 persen.

"Eufouria masyarakat terhadap penyelenggaraan pemilu disini cukup besar ya, cukup baik. Artinya partisipasi meningkat itu karena euforia masyarakat untuk kemudian konstelasi politiknya begitu tinggi," kata Ilham dalam sebuah diskusi daring bertajuk 'Pro-Kontra Wacana Revisi UU Pemilu, Apa Implikasi Hukum dan Dampaknya?', Rabu (17/2/2021).

Sayangnya, dalam pemilu serentak 2019 kemarin, partisipasi masyarakat sangat jelas berbeda. Dimana, masyarakat lebih tertarik terhadap kontestasi Pilpres saja.

Baca Juga: KPU Mulai Susun Simulasi Pemilu Serentak 2024, Begini Gambarannya

"Kalo kita lihat tingkat partisipasi Pilpres disini, partisipasi itu mencapai 81,97% dan Pileg itu mencapai 81,69%. Dibandingkan penyelenggaraan pemilu sebelumnya, ini paling tinggi," ujarnya.

Ilham khawatir, hal itu juga yang akan terjadi jika pemilu dilakukan secara serentak bersama Pilkada pada tahun 2024 mendatang. Dengan catatan, apabila UU Pemilu tak dilakukan revisi.

"Jadi orang hanya concern dengan persoalan-persoalan pilpres, nah ini tidak concern juga dengan pemilihan legislatif untuk memilih wakil rakyat," pungkasnya.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini