KPK Eksekusi Eks Pejabat Pemkab Muara Enim ke Rutan Palembang

Arie Dwi Satrio, Okezone · Rabu 17 Februari 2021 21:55 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 17 337 2363857 kpk-eksekusi-eks-pejabat-pemkab-muara-enim-ke-rutan-palembang-Y0hgJalK2w.jpg KPK (Foto: Okezone)

JAKARTA - Mantan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kadis PUPR) Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan, Ramlan Suryadi dieksekusi ke Rumah Tahanan (Rutan) Palembang, hari ini. Ramlan dieksekusi KPK setelah putusannya di Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Palembang, berkekuatan hukum tetap alias inkrakh.

"Hari ini, Jaksa eksekusi KPK telah melaksanakan putusan Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada PN Palembang Nomor :18/Pid.Sus-TPK/2020/PN.Plg tanggal 19 Januari 2021 atasnama terpidana Ramlan Suryadi," kata Plt Juru Bicara KPK, Ali Fikri melalui pesan singkatnya, Rabu (17/2/2021).

"Dengan cara memasukkannya ke Rumah Tahanan Negara Palembang untuk menjalani pidana penjara selama 4 tahun dikurangi selama berada dalam tahanan," imbuhnya.

Baca Juga:  Muara Enim Daerah Tak Bertuan, Bupati dan Wakilnya Ditahan KPK, Sekda Meninggal Dunia

Sekadar informasi, Majelis Hakim Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Palembang menyatakan Ramlan Suryadi bersalah. Ramlan dinyatakan terbukti melakukan tindak pidana korupsi bersama-sama dengan terpidana mantan Bupati Muara Enim, H Ahmad Yani.

Selain itu, Ramlan juga dijatuhkan pidana denda sejumlah Rp200 juta. Dengan ketentuan, apabila denda tersebut tidak dibayar, maka diganti dengan pidana kurungan selama 6 bulan.

Hakim juga mengganjar Ramlan untuk membayar uang pengganti sejumlah Rp1.102.675.000. Jika dalam waktu 1 bulan setelah putusan pengadilan memperoleh kekuatan hukum tetap Ramlan tidak membayar, maka harta bendanya dapat disita oleh Jaksa.

Baca Juga:  Korupsi Proyek PUPR, Bupati Muara Enim Terima Commitment Fee Rp4 Miliar

Harta bendanya itu kemudian akan dilelang untuk menutupi uang pengganti tersebut. Namun, apabila harta bendanya tidak mencukupi, maka digabti pidana penjara selama 1 tahun.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini