Sidang Kebakaran Gedung Kejagung, Hakim Cecar Saksi dari JPU

Ari Sandita Murti, Sindonews · Selasa 16 Februari 2021 21:08 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 16 337 2363254 sidang-kebakaran-gedung-kejagung-hakim-cecar-saksi-dari-jpu-cVdCgFbGSX.jpg Suasana sidang kasus kebakaran Gedung Kejagung (Foto : Sindo/Ari S)

JAKARTA - Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan kembali menggelar sidang kasus kelalaian hingga menyebabkan kebakaran Gedung Utama Kejagung dengan agenda mendengarkan keterangan saksi dari JPU. Di persidangan, tiga saksi yang dihadirkan JPU itu dicecar oleh majelis hakim yang diketuai oleh Hakim Elfian.

Ada tiga orang saksi yang dihadirkan JPU, pertama saksi bernama Rifki Ferdy Langi selaku petugas keamanan Kejagung. Kedua, saksi bernama Mardi dan saksi ketiga bernama Marhabah selaku tukang renovasi yang mengerjakan plafon dan pergantian lampu di lantai dasar Gedung Utama Kejagung.

Hakim Elfian mencecar saksi Langi selaku petugas keamanan Kejagung, khususnya tentang kondisi kantor Gedung Utama Kejagung, lokasi kebakaran itu terjadi. Padahal, Langi merupakan penjaga keamanan tapi tak tahu kondisi keamanan gedung tersebut, apalagi tentang waktu para pekerja itu memulai pekerjaannya hingga selesai bekerja.

"Kan kemanan masa kemanan tak tahu keadaan kantor itu gimana sebenarnya. Masa keamanan tak tahu kantor di renov?," kata hakim di persidangan, Selasa (16/2/2021).

Lebih lanjut, hakim pun mencecar tentang waktu pekerja yang kini menjadi terdakwa kebakaran itu. Adapun saksi lebih banyak menjawal tidak tahu dan tidak ingat sehingga membuat hakim semakin mencecar saksi pertama.

Saksi pertama itu menyebutkan, kalau dia hanya menjaga keamanan di bagian luarnya saja, tidak sampai ke dalam ruangan gedung utama. Selain itu, dia pun hanya tahu para pekerja melakukan renovasi berdasarkan petugas jaga yang sebelumnya dia gantikan.

Pada persidangan sebelumnya, ada enam orang saksi yang telah dihadirkan JPU. Adapun persidangan pada Selasa (16/2/2021) ini digelar pada sore hari hingga selesai pukul 20.30 WIB di ruang sidang 2, Mudjono, SH. Sidang lantas ditunda pada Senin, 22 Februari 2021 mendatang.

Baca Juga : Mahfud MD: Hal Sepele Tak Harus Dibawa ke Pengadilan Tapi Mediasi

Kasus yang tengah disidangkan ini terbagi menjadi 3 berkas perkara, pertama berkas perkara bernomor 50/Pid.B/2021/PN JKT.SEL dengan tersangka Imam Sudrajat. Kedua, berkas perkara bernomor 51/Pid.B/2021/PN JKT.SEL dengan 4 tersangka, yakni Sahrul Karim, Karta, Tarno, dan Halim.

Ketiga, berkas perkara bernomor 52/Pid.B/2021/PN JKT.SEL dengan satu tersangka, Uti Abdul Munir selaku mandor. Keenam terdakwa itu didakwa pasal 188 KUHP juncto 55 ayat 1 ke 1 KUHP.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini