Syahroni & Rekannya Segera Disidang Terkait Suap Pengadaan di Lampung Selatan

Arie Dwi Satrio, Okezone · Selasa 16 Februari 2021 20:46 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 16 337 2363253 syahroni-rekannya-segera-disidang-terkait-suap-pengadaan-di-lampung-selatan-ph4TuGJpdX.jpg Ilustrasi (Foto : Shutterstock)

JAKARTA - Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah merampungkan berkas penyidikan dua tersangka kasus dugaan suap pengadaan barang dan jasa di lingkungan Pemkab Lampung Selatan. Keduanya yakni Syahroni dan Hermansyah Hamidi.

Mereka merupakan mantan pejabat di Pemkab Lampung Selatan. Syahroni merupakan mantan Kasubbag Keuangan PUPR Lampung Selatan. Sedangkan Hermansyah Hamidi adalah mantan Kadis PUPR Lampung Selatan.

Surat dakwaan untuk keduanya pun sudah rampung dan hari ini dilimpahkan oleh tim Jaksa ke pengadilan. Syahroni maupun Hermansyah Hamidi akan segera menjalani persidangan perdananya di Pengadilan Tipikor Tanjung Karang, Bandar Lampung.

"Hari ini, Jaksa KPK melimpahkan berkas perkara terdakwa Hermansyah Hamidi dan terdakwa Syahroni dalam perkara dugaan suap terkait pengadaan barang dan jasa di Pemkab Lampung Selatan tahun 2016 dan 2017 ke PN Tipikor Tanjung Karang," kata Plt Juru Bicara KPK, Ali Fikri melalui pesan singkatnya, Selasa (16/2/2021).

Lebih lanjut, kata Ali, penahanan terhadap para terdakwa tersebut beralih dan menjadi kewenangan Pengadilan Tipikor. Keduanya pun telah dilakukan pemindahan tempat penahanan ke Rutan Klas I Bandar Lampung.

"Tim JPU selanjutnya menunggu penetapan Majelis Hakim yang akan memimpin persidangan dan penetapan sidang pertama dengan agenda pembacaan surat dakwaan," imbuh Ali.

Sebelumnya, KPK kembali menetapkan tersangka baru atas pengembangan kasus dugaan suap terkait proyek infrastruktur di Pemkab Lampung Selatan tahun anggaran 2016-2017. Tersangka baru itu yakni, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kabupaten Lampung Selatan, Syahroni.

Syahroni dan mantan Kadis PUPR Lampung Selatan Hermansyah yang juga telah ditetapkan sebagai tersangka, diduga diperintahkan mantan Bupati Lampung Selatan Zainudin Hasan untuk mengumpulkan fee dari proyek-proyek di Dinas PUPR sebesar 21 persen dari anggaran proyek.

Baca Juga : KPK Bakal Bahas Kasus Ekspor Benih Lobster Bareng KPPU

Dalam perkara ini, Hermansyah memerintahkan Syahroni untuk mengumpulkan uang yang kemudian diserahkan kepada Agus Bhakti Nugroho selaku staf ahli Zainudin sekaligus anggota DPRD Provinsi Lampung Selatan. Total, terdapat sekira Rp72 miliar yang disetorkan Hermansyah dan Syahroni kepada Zainudin melalui Agus Bhakti Nugroho.

Atas perbuatannya, Syahroni disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tipikor sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 Juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini