Hadiri Rapim TNI, Menhan Prabowo Bahas Komponen Cadangan hingga Alutsista

Riezky Maulana, iNews · Selasa 16 Februari 2021 14:46 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 16 337 2362988 hadiri-rapim-tni-menhan-prabowo-bahas-komponen-cadangan-hingga-alutsista-UVvtnW2dv6.jpg Menhan Prabowo Subianto. (Foto : Okezone.com/Arif Julianto)

JAKARTA - Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto menghadiri Rapat Pimpinan (Rapim) TNI Tahun 2021 yang digelar di Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timuer, Selasa (16/2/2021). Prabowo dalam kesempatan tersebut menyampaikan beberapa hal, antara lain penerapan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 3 Tahun 2021 tentang Pelaksanaan UU Nomor 23 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Sumber Daya Nasional untuk Pertahanan Negara.

Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayjen TNI Achmad Riad menuturkan, dalam paparannya, Menhan Prabowo berharap pembentukan Komponen Cadangan (Komcad) yang termasuk di dalam PP tersebut dapat berjalan maksimal.

"Pada kesempatan Rapim TNI juga telah hadir sebagai narasumber Menhan, Pak Prabowo Subianto. Dia menyampaikan beberapa hal terkait sistem pertahanan rakyat semesta terkait masalah UU 23 tahun 2019, terkait pengelolaan SDM," kata Riad di lokasi.

Kapuspen mengatakan, dari pembentukan Komcad tersebut, nantinya merekrut sekira 25.000 prajurit. Menurutnya, dari jumlah itu akan menghasilkan sekiranya 35 satuan militer batalion.

"Diharapkan para komando teritorial khususnya, dalam menyiapkan Komponen Cadangan. Jadi 25.000 prajurit Komponen Cadangan nantinya menjadi kekuatan kurang lebih 35 batalion," ucapnya.

Nantinya, para prajurit Komcad akan dibina secara langsung oleh Komando Teritorial di wilayahnya masing. Menurutnya, hal ini sebagai kekuatan cadangan negara apabila sewaktu-waktu dibutuhkan diperbantukan dalam tugas membantu pertahanan negara maupun membantu keamanan.

Baca Juga : Gelar Rapim 2021, Panglima TNI Sebut PPKM Skala Mikro Berhasil

Selain membahas Komcad, kata Riad, Prabowo menyampaikan beberapa hal lain, seperti masalah pertimbangan geopolitik dalam pengadaan alutsista TNI ke depannya.

"Jadi Menhan menyampaikan beberapa program ke depan yang diharapkan untuk memodernisasi, kemudian juga menyempurnakan kembali, melaksanakan reenginering, melaksanakan perbaikan, berbagai alutsista yang ada di TNI saat ini," ucapnya.

Setelahnya, Menhan berharap Indonesia dapat memproduksi peralatan alat tempur sendiri. Sehingga, Indonesia tidak ketergantungan terhadap buatan luar negeri, yang nantinya berimplikasi diperhitungkannya kekuatan tentara Indonesia.

Baca Juga : Panglima TNI: Hindari Pelanggaran HAM!

"Diharapkan kita juga akan melaksanakan TOT dan diharapkan kekuatan Indonesia ke depannya cukup diperhitungkan, baik itu di wilayah regional maupun wilayah internasional khususnya," ujarnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini