Share

Satu Kamar di Tahanan, Gus Nur Ungkap Kondisi Ustadz Maaher saat Sakit

Ari Sandita Murti, Sindonews · Selasa 16 Februari 2021 12:38 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 16 337 2362860 satu-kamar-di-tahanan-gus-nur-ungkap-kondisi-ustadz-maaher-saat-sakit-p5VtENS8dy.jpg Sidang Gus Nur. (Foto: Ari Sandita)

JAKARTA - PN Jakarta Selatan kembali menggelar sidang kasus ujaran kebencian yang dilakukan Sugi Nur Raharja atau Gus Nur, dengan agenda mendengarkan keterangan saksi dari JPU pada Selasa (16/2/2021). Dalam sidang, Gus Nur berbicara soal almarhum Ustadz Maaher At-Thuwailibi.

Dalam persidangan, Gus Nur yang dihadirkan secara virtual itu memberikan masukan pada pengacara dan keluarganya untuk tak perlu lagi mengajukan penangguhan penahanan terhadapnya. Pasalnya, dia berfikir kalau penangguhan penahanannya itu mustahil dikabulkan sampai kapanpun.

"Mungkin kuasa hukum dan keluarga, tak usah lagi penangguhan penahanan. Mau sampai meninggal kayak Ustadz Maaher juga tak apa-apa. Saya baru sadar kayaknya tak mungkin," ujarnya di PN Jakarta Selatan, Selasa (16/2/2021).

Baca juga: Laporkan Gus Nur, Sekjen GP Ansor Ngaku Diperintah Gus Yaqut

Menurutnya, Ustadz Maaher saja yang kondisi kesehatannya tak baik dan mengajukan penangguhan penahanan tak kunjung dikabulkan hingga akhirnya meninggal di rumah tahanan. Gus Nur mengaku sejatinya satu kamar dengan Ustadz Maaher di tahanan, sehingga tahu soal meninggalnya Ustadz Maaher.

"Saya sekamar dengan beliau, saya tahu persis BAB, kencing jatuh di kamar mandi, ganti pampers itu orang lain yang ganti, itu harusnya secara kemanusiaan diberikan penanguhan penahanan. Faktanya tidak, jadi tidak usah penangguhan penahanan lagi," tuturnya.

Baca juga: Kuasa Hukum Sebut Dakwaan terhadap Gus Nur Cerminkan Langkanya Keadilan

Pada persidangan sebelumnya, kata dia, hakim sempat menyinggung agar Gus Nur mengganti kuasa hukumnya. Gus Nur pun menyebutkan, jangankan mengganti kuasa hukum, selama ini saja dia tak bisa bertemu dan berbicara dengan siapapun, serta tak pernah melihat sorot sinar matahari di tahanan.

"Terakhir, kuasa hukum, kalau saya salah tolong dikoreksi, selanjutnya kalau tidak usah walkout bagaimana? Kalau walkout kira-kira menguntungkan saya atau merugikan saya? Itu tolong dikoreksi," katanya.

(qlh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini