Share

Aksi Bejat Pimpinan Ponpes Cabuli dan Perkosa 15 Santriwati Terjadi Selama 2 Tahun

INews.id, · Selasa 16 Februari 2021 11:48 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 16 337 2362826 aksi-bejat-pimpinan-ponpes-perkosa-15-santriwati-terjadi-sejak-2-tahun-lalu-QFoKsRX20h.jpg Ilustrasi (foto; Okezone)

JOMBANG – Polisi masih mendalami aksi bejat yang diduga dilakukan SB (49) pimpinan pondok pesantren terhadap 15 santrinya di Kecamatan Ngoro, Kabupaten Jombang, Jawa Timur. SB yang ditangkap pada Kamis (11/2/2021) malam masih menjalani pemeriksaan intensif pihak kepolisian.

SB (49) diduga memerkosa dan mencabuli santriwati. Perbuatannya itu sudah berlangsung selama dua tahun. Pelaku SB hampir tiap malam ke asrama putri dan korbannya diperkirakan mencapai 15 orang. Hal itu terungkap setelah polisi melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah santriwati.

SB ditangkap setelah polisi menerima laporan dari dua orang tua santriwati yang mondok di pesantren milik SB.

Baca Juga: Bejat! Pimpinan Ponpes di Jombang Tiap Malam ke Asrama Putri, 15 Santriwati Dicabuli dan Diperkosa

"Saat ini korban ada enam orang. Semua sudah kami periksa. Namun keterangan dari saksi, ada sekitar 15 orang. Nanti kami dalami lagi," kata Kasat Reskrim Polres Jombang, AKP Christian Kosasih, Senin (15/2/2021).

Berdasarkan keterangan yang diterima pihak kepolisian, aksi bejat yang dilakukan SB ini sudah terjadi sejak dua tahun. Selama itu, dia menjadikan santriwati-santriwati yang mondok di ponpes tersebut menjadi tempat pelampiasan syahwatnya.

Baca Juga: Oknum Guru Ngaji di Cianjur Cabuli 5 Murid, Modusnya Ajak Nonton Video Mesum

"Pengakuannya sudah dua tahun. Korban pada saat itu (pencabulan dan persetubuhan) rata-rata masih berusia 16-17 tahun," kata Kosasih.

Sementara modus yang digunakan SB dalam menjalankan aksi bejatnya itu dengan cara membujuk korban. Hampir setiap malam SB datang ke asrama santri putri. Dia kemudian meminta kepada santriwati untuk melakukan perbuatan cabul.

"Jadi dilakukan saat malam hari, ada yang setelah Isya, ada juga saat tengah malam saat salat tahajud. Ada yang hanya diraba-raba, ada juga yang sampai melakukan persetubuhan. Kalau laporan hamil belum ada," kata Kosasih.

Aksi pencabulan dan persetubuhan yang dilakukan SB ini diduga terjadi lantaran para korban takut. Selama ini, ada kekhawatiran jika para santriwati ini melaporkan perbuatan bejat kiainya tersebut.

"Karena yang bersangkutan ini sebagai pimpinan pondok pesantren, ada rasa takut dari santri. Banyak korbannya, ada yang dari Jombang, dari Jawa Tengah juga ada. Ini masih kami proses, tidak menutup kemungkinan ada korban lain," kata Kapolres Jombang AKBP Agung Setyo Nugroho.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini