KPK Dalami Keikutsertaan Pejabat KKP dalam Lawatan Edhy Prabowo ke Hawaii

Arie Dwi Satrio, Okezone · Selasa 16 Februari 2021 10:13 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 16 337 2362761 kpk-dalami-keikutsertaan-pejabat-kkp-dalam-lawatan-edhy-prabowo-ke-hawaii-n69yVGhnwO.jpg Edhy Prabowo (Sindonews/Sabir Laluhu)

JAKARTA - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) rampung memeriksa Direktur Pemantauan dan Operasi Armada pada Kementerian Kelautan dan Perikanan, Pung Nugroho Saksono, pada Senin, 15 Februari 2021, kemarin. Penyidik telah mengantongi keterangan Pung dalam kapasitasnya sebagai saksi.

Salah satu yang dikantongi penyidik dari keterangan Pung yakni terkait keikutsertaannya dalam lawatan mantan Menteri Kelautan dan Perikanan, Edhy Prabowo (EP), ke Hawaii, Amerika Serikat, beberapa waktu lalu. Penyidik mendalami pengakuan Pung soal keterlibatannya dalam lawatan itu.

"Pung Nugroho Saksono diperiksa sebagai saksi untuk tersangka EP dkk, didalami keterangannya terkait dengan keikutsertaan saksi dalam perjalanan ke Amerika Serikat bersama dengan tersangka EP beserta rombongan," kata Plt Juru Bicara KPK, Ali Fikri melalui pesan singkatnya, Selasa (16/2/2021).

Sekadar informasi, Pung Saksono merupakan salah satu pejabat Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) yang dikabarkan ikut Edhy Prabowo lawatan ke Hawaii, Amerika Serikat.

Selain Pung Saksono, ada dua pejabat KKP lainnya yang juga turut ikut lawatan Edhy Prabowo ke Hawaii. Keduanya adalah Dirjen Perikanan Budidaya, Slamet Soebjakto dan Plt Dirjem Perikanan Tangkap, Muhammad Zaini Hanafi.

Edhy Prabowo sendiri ditangkap oleh KPK sepulangnya dari Hawaii, atau tepatnya setelah mendarat di Bandara Soekarno Hatta (Soetta).

Baca Juga : Kasus Ekspor Benur, Suharjito Didakwa Suap Edhy Prabowo Rp2,1 Miliar

Sejauh ini, KPK baru menetapkan tujuh tersangka kasus dugaan suap terkait perizinan ekspor benih lobster. Ketujuh tersangka itu yakni, mantan Menteri Kelautan dan Perikanan, Edhy Prabowo (EP); Stafsus Menteri Kelautan dan Perikanan, Safri (SAF) dan Andreau Misanta Pribadi (AMP).

Kemudian, Pengurus PT Aero Citra Kargo (ACK), Siswadi (SWD); Staf Istri Menteri Kelautan dan Perikanan, Ainul Faqih (AF); dan pihak swasta Amiril Mukminin (AM). Sementara satu tersangka pemberi suap yakni, Direktur PT DPP, Suharjito (SJT).

Edhy bersama Safri, Andreau Pribadi Misanta, Siswadi, Ainul Faqih, dan Amril Mukminin diduga menerima suap sebesar Rp 10,2 miliar dan USD 100 ribu dari Suharjito. Suap tersebut diberikan agar Edhy memberikan izin kepada PT Dua Putra Perkasa Pratama untuk menerima izin sebagai eksportir benur.

Baca Juga : Kasus Suap Benur, Bos PT DPPP Pernah Diminta Rp5 Miliar untuk Edhy Prabowo

Sebagian uang suap tersebut digunakan oleh Edhy dan istrinya, Iis Rosyati Dewi untuk belanja barang mewah di Honolulu, Hawaii, Amerika Serikat pada 21-23 November 2020. Sekitar Rp750 juta digunakan untuk membeli jam tangan Rolex, tas Tumi dan Louis Vuitton serta baju Old Navy.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini