175 Warga Terdampak Longsor di Nganjuk

Binti Mufarida, Sindonews · Selasa 16 Februari 2021 08:07 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 16 337 2362700 175-warga-terdampak-longsor-di-nganjuk-wB9LaYEUNi.jpg Longsor Nganjuk. (Foto : BNPB)

JAKARTA - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat hingga saat ini sebanyak 175 jiwa terdampak akibat longsor di Kecamatan Ngetos, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur (Jatim).

“Sebanyak 54 KK atau 175 jiwa terdampak, sedangkan 156 jiwa mengungsi ke rumah kepala desa dan kerabat dekat. Sedangkan kerusakan bangunan, sebanyak 8 unit rumah rusak berat,” ungkap Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Raditya Jati dalam keterangannya, Selasa (16/2/2021).

Sementara, tim gabungan masih melakukan pencarian 10 warga yang tertimbun. BNPB mengatakan peristiwa ini terjadi, salah satunya dipicu oleh intensitas hujan sedang hingga tinggi, pada Minggu (14/2), pukul 18.30 WIB.

Tim gabungan dari sejumlah unsur melakukan pencarian warga yang masih dinyatakan hilang. Data Pusat Pengendali Operasi BPBD Kabupaten Nganjuk per Senin (15/2), pukul 20.00 WIB, melaporkan bahwa 9 warga telah ditemukan dengan kondisi meninggal dunia, sedangkan total korban yang mengalami luka-luka berjumlah 16 warga. Mereka yang mengalami luka-luka telah mendapatkan perawatan medis dari puskesmas.

Baca Juga : Ini Nama-Nama Korban Longsor Nganjuk yang Meninggal Dunia

Dalam mendukung pencarian korban hilang, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat mengerahkan 5 alat berat. Berdasarkan hasil evaluasi, tim gabungan akan memanfaatkan alat berat yang terbagi ke dalam tiga sektor pencarian. BPBD Kabupaten Nganjuk bersama unsur terkait juga mengoperasikan dapur umum dan pelayanan di pos pengungsian.

Penanganan darurat memperhatikan keamanan responder, khususnya para sukarelawan. Pihak berwenang melakukan pengecekan di pintu masuk wilayah terdampak. Salah satunya untuk menghindari dampak potensi longsor susulan maupun penerapan protokol kesehatan dalam penanganan darurat. Kondisi di lapangan terpantau hujan dengan intensitas ringan.

Unsur-unsur yang terlibat dalam penanganan darurat antara lain BPBD setempat, BPBD Provinsi Jawa Timur, TNI, Polri, SAR Trenggalek, Dinas Kesehatan, PUPR dan Satpol PP Kabupaten Nganjuk, forkopincam, PMI, Tagana, sukarelawan dan warga masyarakat.

Baca Juga : Kunjungi Korban Longsor Nganjuk, Khofifah: Warga Dapat Santunan Rp10 Juta

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini