Share

Aksi Lettu Pierre Tendean Jadi Mata-Mata di Malaysia

Doddy Handoko , Okezone · Selasa 16 Februari 2021 07:00 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 16 337 2362678 aksi-lettu-piere-tendean-jadi-mata-mata-di-malaysia-KXdwml69C4.jpg Lettu Pierre Tendean (Foto : Istimewa)

SEBAGAI seorang perwira muda, satu di antara pahlawan revolusi, Lettu Pierre Tendean kerap dilibatkan dalam operasi-operasi penyusupan ke Malaysia dari Selat Panjang, Kepulauan Meranti, Riau.

Saat berada di Malaysia, tak ada fasilitas mewah yang mereka dapatkan. Kadang hanya dengan bekal tenda, mereka melakukan tugas yang penuh risiko untuk ibu pertiwi.

Dalam masa tugas setahun, Pierre telah tiga kali berhasil menyusup ke daratan Malaysia. Pertama kali ia jadi mata-mata dengan menyamar sebagai turis dan dapat berbelanja di toko-toko membeli raket Dunlop, jam tangan, dan rokok Commodore untuk ayahnya dan pakaian serta aksesori impor untuk saudara-saudara perempuan dan ibunya.

Nukilan kisah ini dibeberkan di buku "Piere Tendean Sang Patriot, Kisah Seorang Pahlawan Revolusi".

Kakak kandung Piere, Mitzi mengenang semua pemberian ini dengan nostalgia. Selain seuntai ikat pinggang, ia juga mendapatkan jaket merah, yang sebenarnya memiliki model yang sama dengan kepunyaan Pierre, hanya saja jaket Pierre berwarna biru.

"Jaket biru inilah pakaian terakhir yang melekat di badan Pierre saat ia diculik pada dini hari, 1 Oktober 1965," ujar Abie Bisman atau Bung Sam, penulis dan editor buku Piere Tendean.

Raket juga diserahkan Pierre kepada Mitzi dengan pesan, ”Ojo didol lho (Jangan dijual ya)”. Rukmini Chamim sang kekasih, pun tak luput kebagian oleh-oleh satu pasang pakaian dari Pierre.

Pierre juga merasakan jenuh ketika tengah bertugas dalam Operasi Dwikora. Terkadang ia merasakan rindu kepada sang kekasih, Rukmini.

Di tengah operasi yang kerap berlangsung di laut lepas ini, hubungan Pierre dan Rukmini sebenarnya sudah tercium rekan- rekannya. Pierre kerap mencurahkan kegalauannya kepada salah seorang rekannya yang menolak namanya dipublikasikan.

"Pierre pernah bertanya, bagaimana caranya menjaga hubungan di tengah penugasan seperti saat itu.," ujar Abie.

Baca Juga : Awal Mula Perkenalan Pierre Tendean dengan Rukmini Sang Gadis Pujaan Hati

Semakin Erat dengan Rukmini lantas terpikir oleh Pierre untuk berbalas rindu melalui surat, tetapi ada kekhawatiran surat itu tidak pernah sampai dan berakhir di lautan.

Rekan Pierre menyarankan agar Pierre membuat rekaman suara di kaset, saran yang sebenarnya lebih ke sindiran kepada Pierre yang tak kuat menahan rindu untuk Rukmini.

"Peran sebagai intel negara membuat mereka tak bisa bebas untuk berkomunikasi, termasuk dengan orang-orang tercinta,"ucapnya.

Selama ambil bagian dalam tugas Operasi Dwikora, keadaan memang tak menentu. Tak ada kepastian ke mana dan di mana para perwira ini akan bertugas, atau bahkan sekadar di mana mereka akan tidur pada malam hari.

Ketidakpastian yang sama juga dirasakan oleh semua keluarga kerabat dan teman mereka, yang mungkin selalu dihinggapi pertanyaan, bagaimana nasib para perwira pertama ini.

Tak selamanya memang para perwira muda ini berada di medan tempur. Ada izin cuti yang bisa mereka ajukan untuk waktu-waktu tertentu. Mayoritas memang memanfaatkan cuti ini untuk kembali ke pulau Jawa melalui Pelabuhan Tanjung Priok. Pierre juga kerap mengambil jatah cuti ini, tetapi ia tak selalu pulang ke Semarang. Pierre justru kerap singgah ke Medan dan bertemu Rukmini.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini