Mengenal Rukmini Chamin Kekasih Pierre Tendean, Gadis Medan Berdarah Jawa

Doddy Handoko , Okezone · Selasa 16 Februari 2021 06:02 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 16 337 2362662 mengenal-rukmini-chamin-kekasih-pierre-tendean-gadis-medan-berdarah-jawa-azVOE7TQZY.jpg Rukmini Chamin (Foto : Istimewa)

LETTU Pierre Tendean, adalah satu di antara pahlawan revolusi. Ia adalah ajudan Jenderal A.H. Nasution. Selayaknya anak muda, Pierre mempunyai kisah asmara dengan seorang gadis asal Medan bernama Rukmini Chamim atau biasa dipanggil Mimin.

Riwayat tentang Mimin dipaparkan di buku "Pierre Tendean Sang Patriot, Kisah Seorang Pahlawan Revolusi".

Mimin bernama lengkap Rr. M. CH. A. Nurindah Rukmini Chamim adalah anak sulung dari empat bersaudara dari pasangan Bapak dan Ibu Raden Chamim Rijo Siswopranoto. Saat itu, masih duduk di bangku SMA.

"Chamim adalah seorang wiraswasta yang cukup sukses di Sumatra Utara saat itu ," ujar Abie Bisman atau Bung Sam, penulis dan editor buku Pierre Tendean.

Menurut buku Teror Kudeta G.30.S terbitan Pantja Sila (1965), ibunda Mimin masih mempunyai hubungan kekerabatan dengan istri Jenderal Sumitro, mantan Panglima ABRI dan Pangkopkamtib di tahun 1970-an.

Berdasar penuturan Soeseno kepada penulis (2018), Rukmini juga merupakan keponakan dari Bantu Hardio, seorang perwira intel TNI AD, yang menikah dengan adik ibunda Rukmini. Bantu Hardio adalah adik Arie Bandijoko, komandan kompi taruna selama tahun pertama Pierre di Atekad dan pernah pula menjabat sebagai Asintel Kasad.

Awalnya pasangan Chamim diragukan dapat berketurunan karena selama sepuluh tahun pertama perkawinan mereka tidak kunjung dikaruniai anak. Kehadiran Rukmini adalah anak yang dinanti-nanti dan menjadi curahan kasih sayang ayah dan ibunya.

Mimin adalah gadis berdarah Jawa asal Yogyakarta dari keluarga penganut agama Islam yang taat. Keluarga besarnya termasuk dalam Barisan Muhammadiyah Kota Medan dan Yogyakarta. Mimin juga dikenal sebagai gadis yang saleh dan rajin beribadah.

Sebagai anak tertua, Rukmini dididik untuk mengurus adik-adiknya dan mendahulukan kepentingan mereka di atas kepentingannya.

Baca Juga : Bahan Kayu Tongkat Komando Bung Karno dari Tempat Keramat

Sifat itu terbawa sampai masa tuanya. Dia selalu menjadi tempat bersandar adik-adiknya ketika membutuhkan saran atau masukan. Mimin juga lihai memasak. Ia kerap memamerkan kelihaiannya ini jika ada acara keluarga.

"Bukan tidak mungkin Pierre juga pernah mencicipi makanan buatan Mimin. Masakan andalan Mimin adalah ayam bumbu, yang racikannya secara khusus ia buat sendiri," ungkapnya.

Rukmini ternyata juga memiliki hobi yang sama dengan Pierre. Keduanya menyenangi olahraga. Renang adalah olahraga andalan Mimin. Ia kerap meraih juara dalam perlombaan renang antar sekolah. Meski terkesan sangat feminin, seorang Rukmini juga dikenal sebagai sosok yang sangat memegang prinsipnya.

Namun, ada satu kendala besar terbentang di antara mereka. Perbedaan keyakinan yang ada sempat membuat Rukmini meragukan kelanjutan hubungannya dengan Pierre.

Mimin hanya bersedia melanjutkan hubungan ke tahap yang lebih serius dengan mereka ditandai dengan hubungan jarak jauh atau yang anak muda sekarang lazim sebutkan sebagai LDR (long distance relationship) karena masa dinas Pierre di Medan tidak sampai enam bulan. Pierre sudah ditarik untuk melanjutkan pendidikan ke intelijen di Bogor, pada pertengahan tahun 1963.

Walaupun masa baktinya sebagai perwira muda hanya sebentar di Medan, kota ini telah memberikan banyak kenangan yang bermakna bagi Pierre, kenangan-kenangan yang mengikatnya secara emosional.

"Selama masa penugasannya di perbatasan Kepulauan Riau sebagai mata-mata dalam Operasi Dwikora, dan setelah menjadi ajudan Jenderal Nasution pun, Pierre kerap memilih pulang ke Medan setiap masa cutinya, untuk mengunjungi pujaan hati di sana, seorang gadis Medan keturunan Jawa bernama Rukmini Chamim," bebernya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini