Eks Dirut Garuda Indonesia Ari Askhara Tidak Ditahan, Kok Bisa?

Isty Maulidya, Okezone · Senin 15 Februari 2021 21:24 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 15 337 2362573 eks-dirut-garuda-indonesia-ari-askhara-tidak-ditahan-kok-bisa-rcXBhxuj0g.jpg Sidang Ari Askhara, eks Dirut PT Garuda Indonesia (Foto: Okezone)

TANGERANG - Mantan Direktur Utama PT Garuda Indonesia Ari Askhara resmi menjadi tersangka kasus penyelundupan sepeda Brompton dan motor Harley Davidson dan mulai menjalani sidang di Pengadilan Negeri (PN) Tangerang pada Senin (15/2/2021). Selama proses persidangan berjalan, rupanya Ari Askhara tidak ditahan sebagaimana mestinya.

Kepala Seksi Intelijen (Kasi Intel) R. Bayu Probo Sutopo menjelaskan bahwa ada beberapa pertimbangan mengapa Eks Dirut Garuda itu tidak ditahan. Salah satunya adalah tersangka masih dibutuhkan dalam beberapa kegiatan penerbangan.

"Pertimbangan tidak ditahan itu berdasarkan hasil pemeriksaan ada beberapa pertimbangan dalam hal ini masih dibutuhkan terkait dengan kegiatan yang ada di penerbangan," ujar Bayu saat ditemui usai sidang.

Baca Juga:  Kasus Penyelundupan Harley dan Sepeda Brompton, Eks Dirut Garuda Didakwa Pasal Berlapis

Bayu menambahkan bahwa masih ada kebijakan Ari Askhara yang menjadi bahan pertimbangan terkait dengan penerbangan. Selain itu, kebijakan tersebut juga jadi bahan pertimbangan untuk kepentingan negara.

"Kebijakan-kebijakan mantan pimpinan Garuda ini masih menjadi bahan pertimbangan untuk kepentingan negara yaitu terkait dengan penerbangan," lanjutnya.

Pada sidang perdana ini, Jaksa Penuntut Umum membacakan dakwaan kepada dua tersangka dan juga membacakan kronologi kejadian. Namun, pihak penasehat hukum keduanya mengajukan eksepsi dan meminta agar sidang dilanjutkan pada Kamis mendatang.

Baca Juga:  5 Direksi Garuda Dipecat, Kasus Kartel Tiket Pesawat Akan Dihentikan?

Adapun baik Ari Askhara dan Iwan Joeniarto dijerat dengan pasal berlapis yaitu, pertama Pasal 102 Huruf E Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2006 Tentang Kepabeanan. Kedua pasal 102 Huruf H dan ketiga Pasal 103 Huruf A.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini