Komnas HAM Sebut TNI-Polri Sekarang Berbeda saat Rezim Orde Baru

Puteranegara Batubara, Okezone · Senin 15 Februari 2021 15:26 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 15 337 2362362 komnas-ham-sebut-tni-polri-sekarang-berbeda-saat-rezim-orde-baru-rUYZ8BuAlm.jpg Foto: Okezone

JAKARTA - Ketua Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM), Ahmad Taufan Damanik memberikan apresiasi kepada lembaga TNI-Polri yang terus melakukan reformasi birokrasi sampai saat ini.

(Baca juga: Prada Ginanjar Prajurit Raider Gugur Akibat Tertembak di Pinggang)

Hal itu disampaikan Ahmad saat memberikan pemaparan dalam Rapim TNI-Polri di Gedung Rupatama, Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin (15/2/2021).

"Komnas HAM selalu memberikan apresiasi bahwa reformasi TNI-Polri itu satu langkah sangat progresif," kata Ahmad.

Menurut Ahmad, reformasi di internal TNI-Polri sangat kentara dibandingkan ketika zaman Orde Baru (Orba). Ahmad yang seorang aktivis ketika itu sangat merasakan represifitas oleh aparat.

(Baca juga: 5 Hal Menarik Keraton Solo: Tempat Pertemuan Ratu Laut Selatan hingga Ritual Malam 1 Suro)

"Saya kebetulan aktivis Orba pada masa itu mengalami peristiwa dimana saya dikejar alami represif. Kalau saya bandingkan sekarang jauh sekali," ujar Ahmad.

Oleh sebab itu, Ahmad menampik pandangan generasi muda dewasa ini yang masih menyebut bahwa TNI-Polri masih sangat represif. Menurutnya, saat ini jauh lebih baik dibandingkan Orba.

"Kalau anak-anak muda sekarang bilang tak ada perubahan dari Orba, mungkin mereka tak mengalami represi di zaman itu, tidak mengalami jadi orang dikejar-kejar harus lari sana kemari. Kalau sekarang kan tidak tentu berbeda," ucap Ahmad.

Meski begitu Komnas HAM, kata Ahmad, tetap memberikan atensi kepada TNI-Polri untuk tetap tidak bertindak represi dalam hal penegakan hukum.

"Tapi kami tetap ajak bapak-bapak TNI-Polri marilah sama-sana utamakan norma HAM dalam melaksanakan tugas kewenangan dari level tingi sampai bawah. Saya tahu langkah banyak dilakukan tapi bawah belum menyadari norma-norma HAM," kata Ahmad.

Sebab itu, Ahmad menekankan perlu ada penekanan di level terbawah bagaimana melaksanakan tugas hukumnya tetap mengedepankan hak asasi manusia.

"Saya kira norma prinsip HAM, bisa di lembagakan melalui training perubahan kurikulum pendidikan termasuk pengawasan intensif saya kira reformasi TNI-Polri mencapai tingkat yang membanggakan," tutup Ahmad.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini