Di Rapim TNI-Polri, Komnas HAM Soroti Kekerasan di Papua

Puteranegara Batubara, Okezone · Senin 15 Februari 2021 15:24 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 15 337 2362359 di-rapim-tni-polri-komnas-ham-soroti-kekerasan-di-papua-wR7jd669VB.jpg Ketua Komnas HAM, Ahmad Taufan Damanik (foto: Sindo)

JAKARTA - Ketua Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM), Ahmad Taufan Damanik menyoroti beberapa peristiwa kekerasan yang terjadi di Papua, saat memberikan pemaparan dalam Rapim TNI-Polri 2021.

Ahmad mengungkapkan, peristiwa kekerasan di Papua juga terjadi akibat ulah dari kelompok separatis Organisasi Papua Merdeka (OPM). Bahkan, menurut Ahmad, Komnas HAM pernah menemukan tindakan kekerasan yang sangat brutal.

"Berikutnya saya tambahkan tentang penanganan Papua ada kasus kekerasan yang terjadi. Kami Komnas HAM juga akui kekerasan juga terjadi dari OPM bahkan kadang-kadang sangat brutal," kata Ahmad di Gedung Rupatama Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin (15/2/2021).

 Baca juga: Pangdam Ungkap Kronologi Penembakan Prajurit TNI di Intan Jaya

Contoh kekerasan yang cukup parah, dikatakan Ahmad, ketika peristiwa yang terjadi di Wamena, buntut dari aksi rasisme terhadap mahasiswa Papua di Surabaya, beberapa waktu lalu.

Ketika itu, diakui Ahmad, Komnas HAM merasa sangat khawatir terjadinya konflik horizontal antar masyarakat di Tanah Cenderawasih tersebut.

Baca juga:  Pemerintah Tak Akan Berkompromi dengan KKB Papua!

"Kayak peristiwa Wamena dan kota lain, demonstrasi setelah isu rasisme di Surabaya kami catat ada aksi kekerasan separatisme OPM itu. Bahkan saya ketemu Kapolda dan Pangdam saya katakan jangan dipublikasi sangat sadis, khawatir ada serangan balik dari kelompok masyarakat yang marah," ujar Ahmad.

Sebab itu, Ahmad menyebut, Komnas HAM telah meminta kepada Pemerintah untuk diberikan keleluasaan melakukan pendekatan dialog kepada tokoh masyarakat setempat, guna mencegah terjadinya aksi kekerasan di Papua.

"Yang tak kalah penting untuk mencegah peristiwa itu terjadi, kami inisiatif pendekatan dialog dengan pihak tertentu untuk sama-sama. Komnas HAM inisiasi dialog," tutup Ahmad.

(wal)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini