DPR Desak Pemecatan Guru Honorer yang Unggah Gaji Rp700 Ribu di Medsos Dibatalkan

Abdul Rochim, Koran SI · Senin 15 Februari 2021 13:43 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 15 337 2362270 dpr-desak-pemecatan-guru-honorer-yang-unggah-gaji-rp700-ribu-di-medsos-dibatalkan-PIp7smJiK5.jpg Hervina (34) guru honorer yang dipecat karena unggah gaji di medsos.(Foto:Dok Okezone)

JAKARTA – DPR mendesak pemecatan guru honorer di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan (Sulsel) dibatalkan. Komisi X DPR menilai, guru honorer bernama Hervina (34) yang sebelumnya mengajar di SDN 169 Desa Sadar harus kembali mengajar.

Ketua Komisi X DPR Syaiful Huda mengatakan, dirinya atas nama Komisi X DPR yang menangani persoalan Pendidikan, meminta agar pemecatan tersebut dibatalkan.

”Terkait dengan polemik pemecatan guru honorer yang meng-upload gajinya yang Rp700 ribu, dan kepsek memutuskan untuk memecat yang bersangkutan, saya atas nama Komisi X meminta untuk dibatalkan pemecatan itu,” kata Huda dalam unggahan video di akun Instagram, @syaifulhooda, Senin (15/2/2021).

Baca Juga: Mengabdi 16 Tahun, Guru Honorer Dipecat Usai Posting Gaji Rp700 Ribu per Bulan

Dikatakan Huda, apapun motif guru tersebut mengunggah gajinya di medsos yang hanya sebesar Rp700.000, sesungguhnya hal ini adalah cermin dari fakta yang terjadi di dunia pendidikan. “Ini menyangkut soal pendidikan kita. Saya malah berterima kasih kepada ibu guru kita yang sudah meng-upload di medsos terkait dengan gaji 700 ribu-nya. Saya berharap ini juga menjadi momentum bagi kebaikan di dunia pendidikan,” katanya.

Baca Juga: Kisah Guru Honorer Digaji Rp300.000! Dilema Panggilan Hati Vs Kebutuhan Perut

Menurut Huda, apa yang disampaikan guru honorer tersebut menunjukkan bahwa sesungguhnya para guru honorer di Indonesia yang sudah mengabdi lama, butuh komitmen yang besar dari semua pihak, dalam hal ini adalah pemerintah untuk secepatnya mencarikan jalan keluar atau solusi terbaik atas berbagai persoalan yang mereka hadapi, utamanya soal kesejahteraan.

”Karena itu, saya meminta kepada Kemendikbud untuk secepatnya turun ke lapangan, berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan setempat, duduk bersama dan memastikan bahwa ibu guru honorer kita ini tetap bisa mengajar karena disitulah letak perlakukan kita kepada guru honorer,” tuturnya.

Diketahui, pemecatan terhadap Hervina yang sudah mengajar di SDN 169 Desa Sadar, Kabupaten Bone selama 16 tahun viral di medsos. Guru tersebut dipecat kepala sekolah melalui aplikasi WhatsApp.

(saz)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini