Inisiator Petisi Din Syamsuddin Tak Radikal Minta GAR ITB Minta Maaf

Fahreza Rizky, Okezone · Senin 15 Februari 2021 12:44 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 15 337 2362215 inisiator-petisi-din-syamsuddin-tak-radikal-minta-gar-itb-minta-maaf-HID1OT5sLe.jpg Din Syamsuddin. (Foto : Okezone)

JAKARTA - Penggagas atau inisiator petisi online 'Pak Din Syamsuddin tidak radikal,' David Krisna Alka, menuntut Gerakan Anti Radikalisme (GAR) Alumni Institut Teknologi Bandung (ITB) meminta maaf.

GAR ITB sebelumnya melaporkan mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin ke Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) atas tuduhan radikalisme.

"Saya harap GAR ITB minta maaf ke Pak Din dan juga Presiden Jokowi yang namanya terseret-seret sehingga menimbulkan ketidaknyamanan," ujar David saat dikonfirmasi MNC Portal Indonesia, Senin (15/2/2021).

David menegaskan GAR ITB jangan sampai merusak jalan Islam moderat yang sedang dibangun Jokowi. Menurutnya, Din adalah salah satu tokoh Islam moderat seperti halnya Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Said Aqil Siradj, Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir, cendekiawan Muslim Azyumardi Azra, dan lain sebagainya.

"Tokoh-tokoh umat itu role model yang telah dan sedang berkiprah dalam keumatan dan kebangsaan, yang mendamaikan, menyatukan dan berkemajuan," katanya.

Hingga pukul 12.06 WIB, petisi yang digagas David Krisna Alka telah ditandatangani 14.061 warganet. Jumlah ini diperkirakan terus bertambah. Petisi tersebut ditujukan kepada GAR ITB.

Diwartakan sebelumnya, Sekretaris Umum PP Muhammadiyah, Abdul Mu'ti, mengatakan, tuduhan radikal kepada Din Syamsuddin tidak berdasar dan salah alamat.

Mu'ti menuturkan, Din sangat aktif mendorong moderasi beragama dan kerukunan intern dan antar umat beragama baik di dalam maupun luar negeri.

Baca Juga : Tanggapi Cuitan Mahfud MD, GAR ITB: Mungkin Belum Baca Surat Laporan ke KASN

"Pak Din adalah tokoh yang menggagas konsep Negara Pancasila Sebagai Darul Ahdi WA Syahadah di PP. Muhammadiyah sampai akhirnya menjadi keputusan resmi Muktamar Muhammadiyah ke 47 di Makasar," ucapnya dalam keterangan tertulis.

Sedangkan Menko Polhukam Mahfud MD mengatakan, pemerintah tidak menganggap Din Syamsuddin sebagai seorang radikalis. Din, kata Mahfud, adalah tokoh yang kritis yang kritiknya harus didengar.

Baca Juga : Belasan Ribu Orang Teken Petisi Din Syamsuddin Tidak Radikal

"Tidak ada dari pemerintah niat sedikitpun untuk mempersoalkan kiprah Pak Din Syamsuddin di dalam kehidupan berbangsa dan bernegara," tuturnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini