Belasan Ribu Orang Teken Petisi Din Syamsuddin Tidak Radikal

Fahreza Rizky, Okezone · Senin 15 Februari 2021 11:52 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 15 337 2362175 belasan-ribu-orang-teken-petisi-din-syamsuddin-tidak-radikal-KLtcTLi7SR.jpg Din Syamsuddin (foto: Dok Okezone)

JAKARTA - Belasan ribu warganet telah menandatangani petisi online bertajuk 'Pak Din Syamsuddin Tidak Radikal.' Petisi tersebut digagas David Krisna Alka sebagai respons atas laporan Gerakan Anti Radikalisme (GAR) Alumni Institut Teknologi Bandung (ITB).

Berdasarkan pantauan MNC Portal di laman change.org pukul 11.44 WIB, petisi dukungan untuk Din telah ditandatangani 14.001 warganet. Jumlah ini diperkirakan terus bertambah. Petisi tersebut ditujukan kepada GAR ITB.

Baca juga: Respons Ikatan Alumni ITB soal GAR Laporkan Din Syamsuddin

David berharap GAR ITB meminta maaf kepada Din Syamsuddin, dan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang namanya terseret-seret sehingga menimbulkan ketidaknyamanan.

"GAR ITB jangan merusak jalan Islam moderat yang sedang dibangun Presiden Jokowi," ucap David saat dikonfirmasi MNC Portal Indonesia, Senin (15/2/2021).

Baca juga: Dikritisi Banyak Pihak soal Laporkan Din Syamsuddin, GAR: Pro-Kontra Itu Biasa

David menuturkan, Din Syamsuddin adalah salah satu tokoh Islam moderat seperti halnya Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Said Aqil Siradj, Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir, cendekiawan Muslim Azyumardi Azra, dan lain sebagainya.

"Tokoh-tokoh umat itu role model yang telah dan sedang berkiprah dalam keumatan dan kebangsaan, yang mendamaikan, menyatukan dan berkemajuan," jelasnya.

Diwartakan sebelumnya, Sekretaris Umum PP Muhammadiyah, Abdul Mu'ti, mengatakan, tuduhan radikal kepada Din Syamsuddin tidak berdasar dan salah alamat.

Mu'ti menuturkan, Din sangat aktif mendorong moderasi beragama dan kerukunan intern dan antar umat beragama baik di dalam maupun luar negeri.

"Pak Din adalah tokoh yang menggagas konsep Negara Pancasila Sebagai Darul Ahdi WA Syahadah di PP. Muhammadiyah sampai akhirnya menjadi keputusan resmi Muktamar Muhammadiyah ke 47 di Makasar," ucapnya dalam keterangan tertulis.

Sedangkan Menko Polhukam Mahfud MD mengatakan, pemerintah tidak menganggap Din Syamsuddin sebagai seorang radikalis. Din, kata Mahfud, adalah tokoh yang kritis yang kritiknya harus didengar.

"Tidak ada dari pemerintah niat sedikitpun untuk mempersoalkan kiprah Pak Din Syamsuddin di dalam kehidupan berbangsa dan bernegara," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini