Irjen Napoleon Bonaparte Hadapi Sidang Tuntutan Kasus Suap Djoko Tjandra Hari Ini

Arie Dwi Satrio, Okezone · Senin 15 Februari 2021 05:39 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 15 337 2362005 irjen-napoleon-bonaparte-hadapi-sidang-tuntutan-kasus-suap-djoko-tjandra-hari-ini-gZOgSGRtXv.jpg Irjen Napoleon Bonaparte. (Foto : Sindonews/Sutikno)

JAKARTA - Mantan Kepala Divisi Hubungan Internasional (Kadiv Hubinter) Polri, Irjen Napoleon Bonaparte, bakal menjalani sidang tuntutannya hari ini, Senin (15/2/2021). Dia bakal dituntut atas kasus dugaan suap terkait penghapusan nama terpidana Joko Soegiarto Tjandra (Djoko Tjandra) dari Daftar Pencarian Orang (DPO).

Sidang pembacaan surat tuntutan yang disusun Jaksa Penuntut Umum (JPU) untuk terdakwa Irjen Napoleon Bonaparte akan digelar di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat (PN Jakpus). Rencananya, sidang tersebut dimulai sekira pukul 10.00 WIB.

"Ya sidang tuntutan dari JPU terhadap Pak Irjen Napoleon. Saya pagi jam 09.15 WIB telah tiba di PN Jakarta Pusat, karena sidangnya jam 10 pagi," kata kuasa hukum Irjen Napoleon Bonaparte, Santrawan T Paparang saat dikonfirmasi MNC Portal Indonesia, Senin (15/2/2021).

Santrawan berharap kliennya dapat dituntut bebas oleh JPU. Sebab, Santrawan mengklaim, berdasarkan fakta persidangan, Napoleon Bonaparte tidak terbukti menerima suap dari rekan Djoko Tjandra, Tommy Sumardi.

"Sesuai fakta yang terungkap dalam sidang, seharusnya JPU tuntut bebas klien kami Irjen Napoleon, sebab terbukti dalam persidangan bahwasanya klien kami Irjen Napoleon sama sekali tidak terbukti menerima uang dari Tommy Sumardi," tekannya.

Sebagaimana diketahui, Irjen Napoleon Bonaparte didakwa oleh jaksa penuntut umum telah menerima uang sebesar 200.000 dolar Singapura dan 270.000 dolar AS atau senilai Rp6 miliar dari terpidana kasus korupsi hak tagih (cessie) Bank Bali, Joko Soegiarto Tjandra (Djoko Tjandra).

Uang itu diduga sebagai upaya untuk menghapus nama Joko Soegiarto Tjandra dari Daftar pencarian Orang (DPO) yang dicatatkan di Direktorat Jenderal Imigrasi (Ditjen imigrasi). Untuk melancarkan aksinya, Djoko Tjandra dibantu rekannya, Tommy Sumardi.

Baca Juga : Perantara Suap Djoko Tjandra Akui Serahkan Uang kepada 2 Jenderal Polisi

Irjen Napoleon diduga melakukan upaya penghapusan nama Joko Soegiarto Tjandra dari DPO bersama-sama dengan Brigjen Prasetijo Utomo selaku Kepala Biro Koordinator Pengawas PPNS Bareskrim Polri. Keduanya diduga menerima suap dari Djoko Tjandra melalui Tommy Sumardi.

Baca Juga : Terungkap! 2 Jenderal Polisi dan Tommy Sumardi Diskusi Suap Djoko Tjandra di Penjara

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini