Pangeran Diponegoro Kebal Tembak, Peluru Pecah Berhamburan

Doddy Handoko , Okezone · Minggu 14 Februari 2021 05:54 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 14 337 2361635 pangeran-diponegoro-kebal-tembak-peluru-pecah-berhamburan-7LmpxffLIO.jpg Foto: Istimewa

Pangeran Diponegoro bergerak naik, sementara prajurit-prajuritnya mengikuti sambil memberikan serangan balasan. Banyak kuda yang tertinggal yang di bawah, sementara Pangeran Diponegoro telah jauh di depan dengan mengendarai Wijaya Krisna masuk ke dalam hutan.

Pasukan Diponegoro terpecah, Pangeran Diponegoro terus dikejar dan masuk ke dalam jurang, tetapi terus dihujani tembakan tapi luput. Pangeran Diponegoro hanya bersama Diponegoro Anom, dan Pangeran Abdulrahim.

Lalu menyusullah Adipati, Lurah Kasim Jamanggala, Banteng Wareng dan Joyo Suroto yang sambil menangis menanyakan, mengapa Pangeran Diponegoro memisahkan diri dari barisan sehingga tidak bisa dijaga oleh para prajurit.

Tak lama pasukan Belanda sudah menyusul ke dasar jurang sehingga Adipati memaksa Pangeran Diponegoro untuk berlari dengan cara menarik tangan Pangeran Diponegoro dibantu oleh Pangeran abdulrahim. Segera mereka masuk ke dalam hutan lebat.

Dalam Perang Jawa, Diponegoro mampu membuat Belanda rugi besar. Sekitar 25 Juta Golden Belanda waktu itu habis untuk membiayai perang melawan Diponegoro.

“Sebanyak 15.000 tentara Belanda juga tewas, sedangkan pejuang bangsa yang gugur syuhada 200.000 orang,"ungkapnya.

Pangeran Diponegoro meninggal pada 8 Januari 1855, Persis saat matahari terbit, pukul 06.30 pagi. Menurut Surat keterangan meninggalnya, seperti dikutip Sagimun MD dalam Pahlawan Dipanegara Berjuang (1965), Sang Pangeran meninggal karena “kondisi fisik yang sudah menurun lantaran usia lanjut."

Peter Carey mengutip beberapa surat kabar seperti Javasche Courant (03/02/1855) dan Niuew Rotterdamsche Courant (02/04/1855), mengenai pemakaman Sang Pangeran. Pemakaman itu dilaksanakan dengan hak-hak penuh menurut agama Islam dan dengan penghormatan yang pantas sesuai martabatnya yang terlahir sebagai bangsawan dan sesuai keinginan almarhum, agar ia dimakamkan dekat pusara putra keduanya Sarkumo.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini