Penembakan saat Shalat Idul Adha, Meleset Karena Penembak Lihat Bung Karno Ada Dua

Doddy Handoko , Okezone · Minggu 14 Februari 2021 06:27 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 14 337 2361631 penembakan-saat-shalat-idul-adha-meleset-karena-penembak-lihat-bung-karno-ada-dua-2AGKFh6mMH.jpg Foto: Istimewa

Berikutnya, serangan mortir dari gerombolan Kahar Muzakar. Di jalanan keluar dari Lapangan Terbang Mandai menuju kota, peluru mortir ditembakkan ke arah iring-iringan kendaraan Bung Karno, tetapi meleset jauh dari sasaran.

Istana Negara diroket dari Pesawat MIG-17. Pada 9 Maret 1960, Bung Karno berada di Istana Merdeka. Sebuah pesawat terbang MIG-15 terbang rendah lalu meluncurkan roket tepat mengenai Istana Merdeka. Tapi Bung Karno selamat.

Usai menembakkan roket, pilot pesawat Letnan Penerbang Maukar mendaratkan pesawatnya di persawahan daerah Garut karena kehabisan bahan bakar. Ia kemudian dijatuhi hukuman mati.

Sebelum sempat menjalani hukumannya, Bung Karno mengumumkan pemberian amnesti umum kepada anggota PRRI/Permesta yang pernah memberontak. Maukar yang termasuk di dalam anggota PRRI/Permesta dibebaskan.

Bung Karno pernah dilempar granat pada malam hari di Jalan Cenderawasih, Makassar. Saat Bung Karno dalam perjalanan menuju Gedung Olahraga Mattoangin untuk menghadiri sebuah acara. Lemparan granat itu meleset dan jatuh mengenai mobil lain yang beriringan dengan mobil Bung Karno. Insiden itu tidak menimbulkan korban sama sekali, baik meninggal maupun cedera.

Dalam perjalanan dari Bogor menuju Jakarta dalam satu iring-iringan kendaraan, Bung Karno melihat seorang laki-laki dengan gerak-gerik mencurigakan tiba-tiba saja melemparkan granat ke arah mobil Bung Karno, tetapi meleset.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini