Sejarah Tahun Baru Imlek dari Masa ke Masa

Fakhrizal Fakhri , Okezone · Sabtu 13 Februari 2021 11:41 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 13 337 2361366 sejarah-tahun-baru-imlek-dari-masa-ke-masa-LkrNkVjQqD.jpg Foto: Okezone.

JAKARTA - Perayaan Tahun Baru Imlek mengalami pasang surut di Indonesia. Nuansa politis juga tak bisa dilepaskan dalam perayaan tahun bagi etnis Tionghoa itu. Orde Baru pernah melarang perayaan Imlek untuk mencegah tumbuhnya ideologi komunis setelah adanya Gerakan 30 September 1965.

Orde lama di era Presiden Soekarno menetapkan Tahun Baru Imlek sebagai hari libur setelah membangun persahabatan dengan pemerintah China. Bung Karno menerbitkan Ketetapan Pemerintah tentang Hari Raya Umat Beragama Nomor 2/OEM Tahun 1946.

BACA JUGA: 6 Makna Dekorasi Bernuansa Imlek Dipercaya Bawa Keberuntungan

Setelah Bung Besar lengser, Orde Baru dibawah rezim Presiden Soeharto banyak mengekang kebebasan etnis Tionghoa guna mencegah tumbuhnya ideologi komunisme.

Pak Harto menerbitkan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 14 Tahun 1967 tentang Pembatasan Agama, Kepercayaan dan Adat Istiadat Tiongkok. Inpres tersebut mengatur bahwa seluruh upacara agama, tradisi dan adat istiadat dari etnis Tionghoa hanya boleh dirayakan di lingkungan keluarga dan dalam ruangan tertutup.

Alhasil, perayaan Imlek hingga Cap Go Meh dilarang dirayakan secara terbuka dan di tempat umum. Saat itu, masyarakat tak bisa lagi melihat tarian barongsai hingga tradisi Festival Lampion.

Puncaknya Orde Baru menerbitkan Surat Edaran Presidium Kabinet Ampera Nomor 06 Tahun 1967 dan Keputusan Menteri Perdagangan dan Koperasi Nomor 286/KP/XII/1978 yang menganjurkan WNI keturunan yang masih menggunakan tiga nama untuk mengganti nama Indonesia sebagai upaya asimilasi.

BACA JUGA: Kisah Kelenteng Surga Neraka di Singkawang

Kala itu, pemerintah juga menganjurkan etnis Tionghoa untuk menikah dengan penduduk setempat, meninggalkan agama, bahasa, kepercayaan, dan budayanya.

Tumbangnya rezim Orde Baru menjadi babak baru bagi kehidupan etnis Tionghoa di Indonesia. Setelah reformasi, etnis Tionghoa mendapatkan kembali kebebasannya dalam menjalankan keyakinan dan merayakan setiap tradisinya di Tanah Air.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini