Bersurat ke Habib Rizieq, Bahar Smith: Mendidih Darahku Mendengar Habib Ditahan

Tim Okezone, Okezone · Jum'at 12 Februari 2021 17:14 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 12 337 2361102 bersurat-ke-habib-rizieq-bahar-mendidih-darahku-mendengar-habib-ditahan-SJarOJwhtf.jpg Habib Bahar bin Smith (foto: Okezone.com)

JAKARTA - Habib Bahar bin Smith menuliskan sepucuk surat yang ditujukan kepada Habib Rizieq Shihab, dari Lapas Gunung Sindur Bogor, Jawa Barat, pada Kamis 11 Februari 2021.

Hal itu pun dibenarkan kuasa hukum Habib Rizieq Shihab, Azis Yanuar. Ia membenarkan jika Habib Bahar mengirim surat kepada Habib Rizieq dan menantunya Habib Hanif Al Athos.

"Iya benar, suratnya dititipi ke kami," kata Azis kepada Okezone, Jumat (12/2/2021).

Baca juga: Habib Bahar Segera Disidang Dalam Kasus Penganiayaan Sopir Taksi Online

Surat Habib Rizieq

(Foto: Istimewa)

Pada surat pertama yang ditujukan kepada Rizieq Shihab, Bahar Smith menyampaikan permintaan maafnya.

“Untuk imamku Habibana Rizieq bin Syihab, maafkan anakmu ini yang tak bisa berbuat apa-apa dari balik dinginnya jeruji besi. Agar Allah memberikan kekuatan, kesehatan dan menghancurkan musuh-musuh yang mengzalimi habib. Mendidih darahku ketika mendengar habib ditahan. Aku akan selalu berada di barisan dan komando habib. Ayahku, ibuku, keluargaku, nyawaku menjadi tebusan untuk selalu membelamu,” tutup surat pertama Bahar Smith.

Baca juga: Habib Bahar Bersedia Menggantikan Penahanan Habib Rizieq

Sedangkan di surat kedua yang ditujukan kepada menantu Habib Rizieq, Bahar Smith mengungkap kerinduannya. Dia juga menyatakan terus mendoakan Habib Rizieq dan Habib Hanif agar selalu sehat dan kuat menghadapi cobaan ini.

“Ana masih ingat waktu dulu antum berkata 'andaikan ana dipenjara, ana mau ngafalin kitab Ihya Ulumuddin dan Bulughul Maram. Ana berdoa dalam setiap sujud ana agar antum, imam besar dan semua yang ditahan segera bebas!!!” tulisnya.

 Surat Habib Hanif

(Foto: Istimewa)

Bahar Smith juga menegaskan rela menjalani hukuman untuk menggantikan Habib Rizieq dan Habib Hanif.

“Andaikan hukuman bisa gantikan, demi Allah biar ana yang menanggung semua hukuman antum, imam besar dan lainnya,” tandas surat kedua itu.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini