Kisah Prajurit Elite TNI AL Keturunan Tionghoa Bikin Takjub Tentara Inggris saat Konfrontasi Malaysia

Fahmi Firdaus , Okezone · Jum'at 12 Februari 2021 14:26 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 12 337 2361015 kisah-prajurit-elite-tni-al-keturunan-tionghoa-bikin-takjub-tentara-inggris-saat-konfrontasi-malaysia-UMfYb8HL7H.jpg Foto: Pen Kormar

JAKARTA – Tahun Baru Imlek merupakan perayaan terpenting bagi orang Tionghoa. Perayaan Imlek di berbagai negara pun digelar meriah dan menyenangkan termasuk di Indonesia.

Perayaan Imlek ini dimulai pada hari pertama bulan pertama di penanggalan Tionghoa dan berakhir dengan Cap Go Meh pada tanggal ke-15. Tahun Baru Imlek terkadang dikenal juga sebagai Tet, Seollal, atau Tahun Baru China.

(Baca juga: Lagi! KKB Tembaki Pasukan TNI di Intan Jaya)

Namun, tahukah Anda, ada seorang prajurit elite TNI AL keturunan Tionghoa yang membuat tentara Inggris takjub akan perjuangannya saat konfrontasi RI-Malaysia.

Saat itu, Presiden Sukarno, tidak senang melihat Federasi Malaysia yang berambisi mencaplok Sabah, Sarawak, bahkan Brunei Darussalam, di Pulau Borneo atau Kalimantan bagian utara, berdampingan dengan wilayah NKRI.

Menurut Bung Karno, upaya pembentukan negara Federasi Malaysia dengan mengincar sebagian wilayah Kalimantan, adalah bentuk baru imperialisme yang berpotensi mengancam kedaulatan Indonesia.

Bung Karno pun mengobarkan seruan "Ganyang Malaysia". Atas perintah Bung Karno, pada Desember 1963, semua angkatan bersenjata dikerahkan ke perbatasan hingga masuk ke garis-garis pertahanan musuh.

(Baca juga: Ucapkan Selamat Imlek, Jokowi: Semoga Dijauhkan dari Penyakit dan Bencana)

Salah seorang pasukan elite TNI Angkatan Laut yang memiliki kemampuan infiltrasi (penyusupan) adalah KKO/Marinir. Serma KKO Djoni Matius Liem atau Djoni Liem yang memiliki senjata khusus mematikan dan memliki kemampuan bela diri Kungfu. Serma Djoni menjalani misi infiltrasi dan sabotase ke wilayah musuh. Namun, Djoni ditangkap pasukan Royal Army Inggris, di Malaysia.

Saat tertangkap, Djoni memakai nama samaran, Than Chin Guan. Nama dari guru kungfunya, berulang kali diinterogasi oleh tentara Malaysia dan Singapura. Dia disiksa, tapi tetap saja Djoni menutup rapat identitas aslinya.

Namun identitas aslinya pun terkuak sebagai prajurit KKO. Dia akhirnya divonis hukuman mati. Sebelum dieksekusi, adanya perubahan situasi (perdamaian), Djoni Liem dibebaskan dalam keadaan hidup dan menetap di Surabaya.

Serma KKO (Purn) Djoni Liem adalah seorang Purnawirawan TNI Angkatan Laut berdarah Tionghoa yang memiliki julukan "Semburan Mulut Berbisa" yang bisa meluncurkan jarum, mata kail pancing, silet dan beras dari mulutnya dengan jarak kurang lebih sekitar 30 meter.

Atas dedikasinya yang tinggi terhadap negara, Komandan Korps Marinir Mayjen TNI (Mar) Suhartono, M.Tr (Han) memberikan Piagam Penghargaan kepada Serma KKO (Purn) Djoni Matius Liem.

"Menyampaikan ucapan berterima kasih dan sangat bangga kepada Serma KKO (Purn) Djoni Matius Liem yang telah memberikan jasa dan pengabdiannya kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia, TNI AL/Korps Marinir pada penugasan mulai operasi Dwikora, Trikora, PRRI/Permesta, DI/TII, RMS dan Operasi Seroja,”ujar Mayjen Suhartno dikutip dari tni.mil

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini