Bersaksi di Sidang, Adik Ipar Nurhadi Ngaku Diarahkan saat Diperiksa Penyidik KPK

Arie Dwi Satrio, Okezone · Kamis 11 Februari 2021 22:14 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 11 337 2360749 bersaksi-di-sidang-adik-ipar-nurhadi-ngaku-diarahkan-saat-diperiksa-penyidik-kpk-DLqCj2Yk8D.jpg Nurhadi. (Foto : Okezone/Heru Haryono)

JAKARTA - Jaksa Penuntut Umum pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menghadirkan saksi Subhannur Rachman dalam sidang lanjutan perkara dugaan suap dan gratifikasi terkait pengurusan perkara di Mahkamah Agung (MA). Subhannur merupakan adik ipar mantan Sekretaris MA, Nurhadi, yang kini berstatus terdakwa dalam perkara ini.

Dalam persidangan, Subhannur mengaku keterangannya yang tertuang dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP) bukan atas kesaksiannya sendiri. Ia mengaku keterangannya saat diperiksa penyidik KPK atas dasar arahan atau pengaruh adiknya yakni Rahmat Santoso.

Hal tersebut terungkap setelah Jaksa mengonfirmasi BAP Subhannur di dalam persidangan hari ini. Dalam BAP-nya, Subhannur menyebut Rezky Herbiyono tidak memiliki pekerjaan. Sedangkan di dalam persidangan, ia menyatakan Rezky Herbiyono adalah seorang pengusaha showroom mobil.

"Saya tahu kehidupan sehari-hari Rezky, karena sejak 2018, kami sering bertemu dan bicara, menurut saya enggak wajar Rezky kehidupan sehari-harinya punya jam Richard Mille, mobil Ferrari, Land Cruiser, dan barang lainnya. Padahal Rezky enggak punya pekerjaan tetap dan keluarganya bukan orang kaya jadi saya curiga Rezky dapat barang itu dari kegiatan tidak wajar namun walaupun gitu Rezky tetap minjam uang dari saya, ini benar?" tanya Jaksa kepada Subhannur di ruang sidang Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Kamis (11/2/2021).

Subhannur mengaku keterangannya tersebut sesungguhnya bukan atas kemauannya sendiri. Ia mengatakan disuruh untuk memberikan keterangan seperti itu oleh Rahmat Santoso, yang tak lain adalah adiknya sendiri.

"Jadi gini, waktu itu saya diperiksa bareng sama adik saya Rahmat Santoso, saat di penyidikan benar ngomong gitu, tapi karena pengaruh dari Rahmat Santoso karena saya waktu itu pegawai Rahmat Santoso. Saya waktu itu disuruh Rahmat ngomong seperti itu," ungkapnya.

Ia menjelaskan alasan mengikuti perintah atau arahan Rahmat Santoso. Padahal, Rahmat merupakan adik dari Subhannur. Sebab, kata Subhannur, saat itu ia adalah pegawai dari Rahmat Santoso yang berprofesi sebagai Advokat.

Baca Juga : Jaksa KPK Ungkap Aliran Uang Rp21 Miliar untuk Nurhadi dari Perkara Cerai

"Saya adalah pegawai Rahmat Santoso. Saya nggak tahu kepentingannya apa, saya nggak tanya, pokoknya kalau ditanya (penyidik) Rezky kerjanya apa ya di rumah aja," kata Subhan.

Jaksa curiga terhadap pernyataan Subhannur. Menurut Jaksa, alasan Subhan tidak logis jika melihat hubungannya dengan Rahmat yang masih satu keluarga kandung. "Rahmat Santoso siapa?" tanya jaksa.

"Adik saya, dan itu dulu bos saya. Karena waktu itu saya pegawai Rahmat," jawabnya

"Selain pegawai saudara kan kakaknya?" cecar jaksa.

"Emang di jajaran kantor saya, saya nggak bisa bantah," ucap Subhan.

Belum diketahui maksud dan tujuan Rahmat Santoso mengarahkan kakaknya, Subhannur Rachman saat diperiksa penyidik KPK.

Sekadar informasi, mantan Sekretaris Mahkamah Agung (MA), Nurhadi dan menantunya, Rezky Herbiyono didakwa menerima suap sebesar Rp45.726.955.000. Uang suap Rp45,7 miliar itu diduga berasal dari Direktur Utama (Dirut) PT Multicon Indrajaya Terminal (PT MIT), Hiendra Soenjoto.

Uang yang diberikan Hiendra tersebut untuk mengupayakan Nurhadi dan Rezky Herbiyono dalam memuluskan pengurusan perkara antara PT MIT melawan PT Kawasan Berikat Nusantara (PT KBN) terkait gugatan perjanjian sewa menyewa depo kontainer di Cilincing, Jakarta Utara.

Baca Juga : Saksi Ungkap Nurhadi Pernah Dibelikan Jam Tangan Mirip Moeldoko oleh Menantunya

Tak hanya itu, Nurhadi dan Rezky didakwa menerima gratifikasi. Keduanya diduga menerima gratifikasi sebesar Rp37.287.000.000 dari sejumlah pihak yang berperkara di lingkungan Pengadilan tingkat pertama, banding, kasasi, hingga peninjauan kembali.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini