Share

Kecam Aisha Wedding, DPR: Ini Kejahatan Serius

Kiswondari, Sindonews · Kamis 11 Februari 2021 17:47 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 11 337 2360643 kecam-aisha-wedding-dpr-ini-kejahatan-serius-TgfF1TcrjO.jpg Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni (Foto: Sindo)

JAKARTA - Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni meminta Bareskrim Polri mengecam promosi nikah dini yang dilakukan wedding organizer Aisha Wedding. Menurutnya, ini meresahkan masyarakat dan dia meminta agar Polri mengusut tuntas situs Aisha Weddings, terlebih karena pernikahan anak telah melanggar UU Perlindungan Anak dan UU Perkawinan.

“Saya minta Bareskrim Polri harus segera mengusut Aisha Wedding ini, karena promosi pernikahan di bawah umur yang mereka lakukan telah meresahkan masyarakat. Ini jelas-jelas kejahatan serius dan polisi harus tangkap!,” kata Sahroni kepada wartawan, Kamis (11/2/2021).

Baca Juga: Gaduh Pernikahan Dini Aisha Wedding Menteri PPPA: Risikonya Sangat Besar!

Politikus Partai Nasdem ini menilai, bahwa promosi ini tentunya tak sejalan dengan usaha pemerintah yang justru ingin mencegah praktik pernikahan anak yang masih marak di Indonesia dalam rangka perlindungan anak.

“Pemerintah lagi gencar-gencarnya melindungi anak Indonesia dari perkawinan dini, eh ini malah ada yang mau memfasilitasi pernikahan untuk usia 12 tahun. Jadi ini sama sekali tidak bisa dibenarkan. Ingat, menikahkan anak di usia dini itu nggak menyelesaikan masalah orang tua. Yang ada malah muncul permasalahan sosial yang baru," ujar Sahroni.

Baca Juga: Promosikan Nikah Dini dan Poligami, Aisha Wedding Terancam Pasal Berlapis

Oleh karena itu, legislator Tanjung Priok ini juga mengingatkan bahwa anak di bawah umur seharusnya berfokus pada masa depan, bukan pada pernikahan dan mengurus rumah tangga. Dia berharap, hal ini yang disadari oleh para orangtua.

“Anak di bawah umur itu harusnya belajar, bukan ngurus rumah tangga. Mohon ini betul-betul disadari oleh kita para orangtua,” tegasnya.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini