Dino Patti Djalal: Polisi Pernah Tangkap Dalang Mafia Tanah, tapi Malah Dilepas

Bima Setiyadi, Koran SI · Kamis 11 Februari 2021 15:47 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 11 337 2360547 dino-patti-djalal-polisi-pernah-tangkap-dalang-mafia-tanah-tapi-malah-dilepas-qpDRi8jH1E.jpg Dino Patti Djalal. (Foto: Istimewa)

JAKARTA - Mantan Wakil Menteri Luar Negeri, Dino Patti Djalal memberi kabar mengejutkan perihal penegakan hukum terhadap mafia tanah. Polisi diduga telah membebaskan dalang mafia tanah tanpa proses hukum yang jelas.

Hal itu disebutnya lewat akun Twitter-nya, @dinopattidjalal yang dikutip Kamis (11/2/2021). Menurutnya, polisi pernah menangkap dalang mafia tanah bernama Fredy Kusnadi pada 11 November 2020. Namun, setelah dibawa ke Polda Metro Jaya, malam itu juga dalang dibebaskan tanpa proses hukum yang transparan dan jelas. Setelah itu, dalang tersebut kabur dari rumahnya.

Anehnya, kata Dino, peristiwa penangkapan dan pembebasan dalang Fredy Kusnadi ini tidak pernah disampaikan kepadanya atau keluarga korban.

"Informasi penangkapan dalang Fredy Kusnadi tanggal 11 November 20210 ini saya dapatkan secara mandiri dari kesaksian sejumlah satpam di lokasi penangkapan (kompleks Executive Paradise) yang saya temui tadi malam. #berantasmafiatanah," tulis Dino.

Dino menjelaskan, dengan adanya peristiwa itu, jelas ada proses hukum yang tidak benar. Dalang ini pastinya ditangkap atas pengakuan tersangka lain yang siangnya tertangkap Operasi Tangkap Tangan (OTT). Namun aneh, dalangnya setelah tertangkap kemudian dilepas, sementara tiga kroconya terus ditahan selama 2 bulan.

Baca juga: Dino Patti Djalal Minta Polisi 'Sikat' Mafia Tanah

Untuk diketahui, kata Dino, dalang sindikat Fredy Kusnadi juga terlibat dalam upaya penipuan sertifikat, minimal dua rumah lain milik ibunya dengan bukti-bukti sangat jelas. Fredy juga bagian dari sejumlah dalang lain dalam komplotan mafia tanah ini.

"Yth Kapolri, Kapolda, sebagai korban mafia tanah, sebagai rakyat biasa, saya mohon informasi baru ini diusut. Ucapan saya dapat dipercaya. Taruhannya adalah reputasi, keseriusan + kredibilitas polisi di mata rakyat dalam #berantasmafiatanah. @DivHumas_Polri," ungkapnya.

Baca juga: Orangtua Dino Patti Djalal Jadi Korban Mafia Tanah

Mantan Juru Bicara Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu menilai misi polisi dalam kasus ini tidak rumit, asal mau menegakkan hukum, membela korban dan menangkap mafia tanah. Sebab, selain dirinya, banyak rakyat yang menjadi korban sindikat tanah dan kenyataannya para pelaku selalu lebih kuat daripada korban.

"Dengan perkembangan baru ini, saya minta perlindungan dari Kapolda. Tapi kalau tidak diberi perlindungan juga tidak apa-apa, asal hukum ditegakkan dengan murni. Saya dan rakyat, akan menangis jikalau polisi tidak bisa melawan mafia tanah. Kalau bukan polisi yang membela kami, siapa lagi?," tulisnya.

Diketahui sebelumnya, Subdit Harta Benda (Harda) Ditreskrimum Polda Metro Jaya menyebut telah menangkap pelaku mafia tanah yang merugikan ibunda dari penasihat Kemenparekraf yang juga eks Juru Bicara Presiden di era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Dino Patti Djalal.

Kasubdit Harta Benda Polda Metro jaya AKBP Dwiasi Wiyatputera mengatakan, telah menangkap empat orang terkait kasus mafia tanah yang merugikan ibunda dari Dino Patti Djalal. Kempat orang yang ditangkap adalah Arnold Siahaya, Dedi Rusmanto, Ferry, serta penjaga rumah Tofan.

Tiga dari empat tersangka sudah menjalani putusan pidana terkait mafia properti yang diungkap oleh Subdit Harda pada tahun 2019. Saat ini pelaku juga sudah berada di Rutan Polda Metro Jaya dan Lapas Cipinang.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini