Bareskrim Gagalkan Penyeludupan 353 Kg Sabu, 11 Orang Jaringan Internasional Ditangkap

Puteranegara Batubara, Okezone · Kamis 11 Februari 2021 11:19 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 11 337 2360339 bareskrim-gagalkan-penyeludupan-353-kg-sabu-11-orang-jaringan-internasional-ditangkap-5Gxm6dIWrV.jpg Ilustrasi (Foto:Dok Okezone)

JAKARTA - Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri menggagalkan penyelundupan 353 kilogram (kg) narkoba jenis sabu jaringan Internasional Timur Tengah-Malaysia-Aceh. Dalam operasi itu, polisi menangkap 11 orang.

Dir Tipid Narkoba Bareskrim Polri, Brigjen Krisno Halomoan Siregar menjelaskan, pengungkapan perkara ini dilakukan di tiga lokasi berbeda, yakni di Pelabuhan Rakyat Desa Matang Bangka, Kecamatan Jeunieb, Kabupaten Bireuen, Aceh. Desa Blang Mee Kecamatan Jeunieb, Kabupaten Bireuen dan Desa Meusanah Tambo, Kecamatan Jeunieb, Kabupaten Bireuen.

"Waktu penangkapan pada Rabu, 27 Januari 2021, sekitar pukul 06.00 Wib serta Selasa, 2 Febuari 2021, pukul 14.30 Wib dan 19.00 Wib," kata Krisno dalam keterangannya, Jakarta, Kamis (11/2/2021).

Baca Juga: Napi Lapas Rajabasa Kendalikan Pengiriman 248 Kg Ganja

Adapun ke-11 orang tersangka itu adalah, KM (37) sebagai oranh kapal, MD (23) sebagai kapten kapal, ES (35) dan napi Lapas Lhokseumawe MA (36) sebagai pengendali. "Sebagai penerima barang yaitu SI (50), SN (53), KR (23), IZ (40), MR (25), SY (63) dan SB (41)," ujar Krisno.

Menurut Krisno, kasus ini berawal adanya informasi dari masyarakat yang menyebut akan ada penyelundupan barang haram tersebut dengan jumlah yang besar yang menggunakan kapal ikan melalui jalur laut dari Malaysia menuju perairan Bireuen, Aceh.

Baca Juga: Simpan Sabu, ASN Komisi Independen Pemilihan Ditangkap

"Kemudian dibentuk tim Gabungan tdd DitIpidnarkoba Bareskrim Polri-Ditresnarkoba Polda Aceh dan Polres Bireuen dan dilakukan proses penyelidikan selama satu bulan," ucap Krisno.

Selanjutnya, pada 27 Januari 2021, petugas melakukan pengintaian di lokasi yang dicurigai sebagai tempat pendaratan atau bersandarnya kapal di Pelabuhan rakyat Desa Matang Bangka, Kecamatan Jeunieb, Kabupaten Bireuen, Aceh.

"Namun, ketika kapal akan memasuki kuala, para pelaku kabur dengan cara melompat dan berenang melarikan diri. Selanjutnya tim gabungan melakukan pengejaran dan berhasil mengamankan para tersangka yang melarikan diri tersebut," papar Krisno.

Dari situ, mereka menemukan banyak karung yang diduga berisi sabu yang dikemas dalam 343 kotak tupperwaee, alat komunikasi HP Satelit, tiga HP GSM dan dokumen kapal.

"Kemudian penangkapan tersebut dikembangkan, akhirnya tim gabungan berhasil menangkap beberap tersangka lainnya berikut BB di TKP 2 dan 3 yang telah menerima sabu dari anggota sindikat yang tertangkap sebelumnya," tutur Krisno.

Barang bukti yang diamankan dalam penangakapan di lokasi pertama yakni 343 kotak tupperware yang diduga berisi sabu berat brutto 343.380 gram, satu unit HP Satelit Merk Thuraya, tiga unit HP GSM dan dokumen kapal.

"Di TKP 2 menyita 120,96 gram sabu, 1 neraca digital merk Scale dan 1 unit HP merk Nokia warna putih. Di TKP 3 itu 6,66 kilogram sabu, 1 unit HP merk Xiaomi dan 1 unit becak motor. Sehingga total BB sabu yang disita 353 kilogram," kata Krisno.

Atas perbuatannya, mereka disangkakan Pasal 114 ayat 2 juncto Pasal 132 ayat 1 Subsider Pasal 113 ayat 2 juncto Pasal 132 ayat 1 lebih subsider Pasal 112 ayat 2 juncto Pasal 132 ayat 1 UU RI No.35 tahun 2009 tentang narkotika.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini