Jokowi: Buat Apa Satu Kota Lockdown Kalau yang Covid Satu Orang

Dita Angga R, Sindonews · Kamis 11 Februari 2021 10:51 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 11 337 2360315 jokowi-buat-apa-satu-kota-lockdown-kalau-yang-covid-satu-orang-A8sBlbzIqW.jpg Foto: Biro Setpres

JAKARTA---Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta agar pemerintah daerah (pemda) meningkatkan terus testing, tracing, treatment (3T). Jokowi sebelumnya telah menyampaikan hal tersebut berulang kali, namun yang terpenting adalah pelaksanaannya di lapangan.

(Baca juga: Galang Donasi untuk Keluarga Ustadz Maaher, Yusuf Mansur Dinyinyirin Netizen)

“Jadi kalau ditemukan yang terinfeksi virus langsung diisolasi. Siapkan isolasi terpusat bekerjasama sekali lagi dengan Kemenkes, BNPB, TNI dan Polri,” katanya dalam Peresmian Pembukaan Musyawarah Nasional VI Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Apeksi) 2021 di Istana Negara, Kamis (11/2/2021).

(Baca juga: PPKM Mikro Mulai Berlaku Hari Ini, Berikut Sejumlah Aturannya)

Bahkan menurutnya jika dirasa perlu, pemda dapat melakukan pemberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) mikro atau micro lockdown. Dalam hal ini dilakukan dalam lingkup yang kecil. Baik itu dalam skala kampung, skala desa, RW atau RT saja.

“Jangan sampai yang terkena virus hanya satu orang dalam satu RT yang di-lockdown seluruh kota. Jangan sampai yang terkena misalnya satu kelurahan yang di-lockdown seluruh kota. Untuk apa? Ini yang sering kita keliru disini,” ujarnya.

Dia mengatakan bahwa micro lockdown inilah yang jadi fokus pemerintah saat ini. Dengan begitu tidak akan merusak pertumbuhan ekonomi.

“Lockdown skala mikro. Micro lockdown. Tidak merusak pertumbuhan ekonomi. Tidak merusak kegiatan ekonomi masyarakat. Karena yang kita lockdown adalah dalam skala kelurahan, RW,RT,” ujarnya.

Maka dari itu Jokowi meminta walikota maupun wakil walikota untuk melakukan pemetaan zonasi penyebaran covid ini secara detail. Pasalnya melihat pengalaman negara lain yang me-lockdown satu kota atau satu negara berdampak pada jatuhnya pertumbuhan ekonomi.

“Ngerti betul dimana barang itu ada. Sampai di di tingkat kelurahan RW atau RT. Nggak bisa lagi satu kota langsung di-lockdown. Melihat proses-proses yang dilakukan negara lain me-lockdown seluruh negara, me-lockdown satu provinsi, satu kota, ekonominya jatuh. Jadi hati-hati mengenai ini,” pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini