10 Ribu Orang Tewas dalam Geger Batavia

Doddy Handoko , Okezone · Kamis 11 Februari 2021 07:01 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 11 337 2360160 10-ribu-orang-tewas-dalam-geger-batavia-vg8BUGYAx3.jpg VOC dan pembantaian etnis di Batavia (foto: istimewa)

Pada tahun 1740, di Batavia (Jakarta sekarang) terjadi pembantaian pada orang-orang Tionghoa oleh VOC.

 

(Alm) Alwi Shahab, Sejarahwan Betawi menceritakan, sejak Jan Pieters Zoon Coen menjadi Gubernur Jenderal dan merebut Batavia, mengimbau agar orang-orang Tionghoa membangun kota tersebut.

Baca juga: Viral Pria Temukan Emas VOC di Rumah Neneknya, Dulu Buat Ganjel Pintu

Maka ada ribuan orang Tionghoa yang bermukim di sini, dan diantara mereka ada yang diberi pimpinan atau kepala sendiri yang diberi pangkat Kapten (Kapitein der Chineze atau Kapten Orang-Orang Tionghoa). Gubernur Jenderal setelah Jan Pieters Zoon Coen juga memberi kesempatan luas bagi kiprah orang-orang Tionghoa.

Baca juga:  Ulang Tahun Jakarta, Kisah 'Uang Rokok' yang Bangkrutkan VOC

Namun peningkatan jumlah penduduk Cina membuat khawatir para pembesar VOC lainnya. Mereka melihat diantara orang-orang yang pendatang itu, tidak semuanya jago dagang dan berkebun, tapi ada diantara mereka yang menganggur.

Kemudian bermunculan kasus pencurian, perampokan, dan pembunuhan. Para penganggur ini tidak hanya menyerang warga pribumi tetapi juga warga Belanda. Pimpinan VOC kemudian membuat aturan yang membatasi kedatangan orang-orang Tionghoa di Batavia.

"VOC lalu membuat aturan untuk menangkap orang-orang Tionghoa yang tidak mempunyai pekerjaan atau mata pencaharian, baik yang sudah memiliki ijin menetap apalagi yang tidak mempunyai surat tersebut," ucapnya.

Gubernur Jendral Adrian Valckenier pada tanggal 10 Oktober 1740 akhirnya memerintahkan untuk membunuh orang-orang Tionghoa yang ada dalam penjara Batavia. Hal ini diikuti pembantaian yang dilakukan tentara dan pegawai VOC di pemukiman Tionghoa. Alhasil beratus-ratus rumah dan gedung musnah dimangsa api.

Menurut laporan, jumlah orang Tionghoa yang tewas mencapai 10.000 orang, termasuk 500-an orang luka parah, 700 rumah dibakar. Laporan tersebut menyatakan juga bahwa orang-orang Belanda, baik sipil maupun militer bersama-sama melakukan penjarahan dengan pasukan milisi pribumi bentukan Belanda yang kejam dan rakus.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini