Setelah Kapal Tanker LNG, Kejagung Sita Mobil Ferrari Milik Heru Hidayat

Erfan Maaruf, iNews · Rabu 10 Februari 2021 23:12 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 10 337 2360119 setelah-kapal-tanker-lng-kejagung-sita-mobil-ferrari-milik-heru-hidayat-jNmokgu2gp.jpg Ferrari milik Heru Hidayat (foto: ist)

JAKARTA - Penyidik Jampidsus Kejaksaan Agung kembali menyita aset berupa mobil Ferrari milik Heru Hidayat, tersangka kasus dugaan korupsi PT Asuransi Sosial Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Asabri). Aset itu diduga berkaitan dengan aliran dana korupsi Asabri.

"Satu unit mobil Ferrari type F12 Berlinetta Nomor Polisu B 15 TRM beserta STNK, BPKB dan tanda bukti pelunasan pembelian kendaraan," kata Kapuspenkum Kejagung, Leonard Eben Ezer Simanjuntak dalam keterangan tertulis, Rabu (10/2/2021).

Baca juga:  Kejagung Periksa 3 Pihak Swasta Terkait Kasus Asabri

Selain mobil Ferrari tersebut penyidik juga menyita satu unit kapal tanker Liquefied Natural Gas (LNG) Aquarius atas nama PT. Hanochem Shipping. Selain itu penyidik juga menyita kepemilikan dokumen kepemilikan Heru Hidayat atas sembilan kapal barge atau tongkang dan 10 Kapal Tug Boat.

 Baca juga: DPR Minta Kejagung Segera Pulihkan Aset Jiwasraya dan Asabri

Direktur Penyidikan Jampidsus Kejagung, Febrie Ardiansyah menyebut telah menyita 20 unit kapal laut milik tersangka Komisaris PT Trada Alam Minera Tbk Heru Hidayat.

Penyitaan bertujuan untuk menahan sementara kepemilikan agar tak berpindah tangan. Kapal-kapal tersebut dipastikan sedang bersandar di pelabuhan di seluruh Indonesia.

"20 kapal punya Heru Hidayat udah disita. Macem-macem jenisnya. Posisinya bersandar, pokoknya masih di wilayah Indonesia semua," pungkasnya.

Sebelumnya, Kejagung telah menetapkan delapan orang, dua tersangka juga terdakwa dalam megakorupsi Asuransi Jiwasraya, yakni Direktur Utama PT Hanson Internasional Tbk, Benny Tjokrosaputro dan Komisaris PT Trada Alam Minera Tbk, Heru Hidayat.

Tersangka lainnya yakni mantan Direktur Utama Asabri Mayjen (Purn) Adam Rachmat Damiri dan Letjen (Purn) Sonny Widjaya. Kemudian Direktur Utama PT Prima Jaringan Lukman Purnomosidi, mantan Direktur Keuangan Asabri Bachtiar Effendi, mantan Direktur Asabri Hari Setiono, dan mantan Kepala Divisi Investasi Asabri Ilham W Siregar.

Akibat perbuatan para tersangka, PT Asabri diduga mengalami kerugian negara hingga Rp 23.739.936.916.742,58.

Para tersangka disangkakan melanggar Pasal 2 ayat (1) jo. Pasal 18 UU No. 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan UU No. 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas UU No. 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak pidana Korupsi jo. Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP

Serta melanggar Pasal 3 jo. Pasal 18 UU No. 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan UU No. 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas UU No. 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak pidana Korupsi jo. Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini