Polisi Kirimkan Doa Ini Atas Meninggalnya Ustaz Maaher

Puteranegara Batubara, Okezone · Rabu 10 Februari 2021 18:20 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 10 337 2359996 polisi-kirimkan-doa-ini-atas-meninggalnya-ustaz-maaher-NyFlw8WCIX.jpg Karo Penmas Div Humas Polri, Brigjen Rusdi Hartono (Foto: Antara)

JAKARTA - Soni Eranata atau Ustadz Maaher At-Thuwailibi meninggal dunia lantaran sakit di balik jeruji besi Rutan Salemba cabang Bareskrim Polri, pada 8 Februari 2021 malam.

Maaher sendiri merupakan tersangka kasus dugaan ujaran kebencian atau penghinaan kepada Habib Luthfi bin Ali bin Yahya yang ditangkap Bareskrim Polri. Ketika dinyatakan tewas di balik penjara, polisi pun mendoakan agar almarhum Maaher ditempatkan disisi Allah SWT.

"Tentunya yang terpenting bagi kami semua, untuk mendoakan semoga arwah almarhum diterima disisi Allah SWT," kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Rusdi Hartono dalam jumpa pers di Gedung Divisi Humas Polri, Jakarta Selatan, Rabu (10/2/2021).

Rusdi sendiri menyebut bahwa, Maaher meninggal dunia akibat sakit yang dideritanya selama ini. Sebab itu, Ia meminta kepada masyarakat untuk tidak berspekulasi atas kematian dari Maaher.

"Dan tentunya dengan kejelasan ini menghilangkan kesimpang siuran penyebab dari pada meninggalnya saudara Soni Eranata," ujar Rusdi.

Baca Juga: Komnas HAM Minta Informasi Meninggalnya Ustadz Maaher ke Kejaksaan, Ini Alasannya

Rusdi mengungkapkan, pada tanggal 6 Februari 2021 lalu, Maaher sudah diminta oleh Dokter di Rutan Bareskrim Polri untuk jalani perawatan di RS Polri. Namun, ketika itu, kata Rusdi, Maaher menolak menjalani imbauan Dokter tersebut.

"Kemudian sekitar tanggal 6, dokter sudah menyarankan kepada tsk atas nama Soni (Maaher) untuk dilakukan perawatan kembali di RS Polri. Tetapi yang bersangkutan senantiasa menolak dan ingin tetap berada di rumah tahanan Bareskrim dan tentunya mendapat perawatan dari dokter kepolisian," kata Rusdi dalam jumpa pers di Gedung Humas Polri, Jakarta Selatan, Rabu (10/2/2021).

Selang dua hari rekomendasi Dokter yang tak dijalankan itu, tepatnya pada tanggal 8 Februari 2021, Ustaz Maaher dinyatakan meninggal dunia atas penyakit yang dideritanya.

"Kemudian pada tanggal 8 Februari 2021, sekitar pukul 19.30 tersangka atas nama Soni meninggal dunia," ujar Rusdi.

Rusdi menekankan, ketika tanggal 6 dan 8 Februari tersebut, Maaher berstatus tahanan dari Kejaksaan yang ditititpkan ke Rutan Salemba cabang Bareskrim Polri. Mengingat, pada tanggal 4 Februari, penyidik sudah melakukan tahap II atau penyerahan tersangka dan barang bukti.

"Dan pada tanggal 4 Februari tanggung jawab tersangka dan barang bukti diserahterimakan dari penyidik Bareskrim Polri kepada pihak Kejaksaan," ucap Rusdi.

Dalam catatan, Maaher pada 20 Januari 2021 jatuh sakit. Kemudian, dibawa ke RS Polri untuk menjalani perawatan. Seminggu dirawat atau 27 Januari, kondisinya sudah membaik dan kembali ke balik jeruji besi.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini