2 Hari Sebelum Meninggal, Ustadz Maaher Tolak Dirawat ke RS Polri

Puteranegara Batubara, Okezone · Rabu 10 Februari 2021 18:05 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 10 337 2359988 2-hari-sebelum-meninggal-ustadz-maaher-tolak-dirawat-ke-rs-polri-pTqt3ABxse.JPG Foto: Istimewa

JAKARTA - Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Rusdi Hartono mengungkap fakta bahwa dua hari sebelum meninggal dunia, Soni Eranata atau Ustadz Maaher At-Thuwailibi sempat menolak dirawat ke Rumah Sakit (RS) Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur.

Rusdi mengungkapkan, pada tanggal 6 Februari 2021 lalu, Maaher sudah diminta oleh Dokter di Rutan Bareskrim Polri untuk jalani perawatan di RS Polri. Namun, ketika itu, kata Rusdi, Maaher menolak menjalani imbauan Dokter tersebut.

"Kemudian sekitar tanggal 6, dokter sudah menyarankan kepada tsk atas nama Soni (Maaher) untuk dilakukan perawatan kembali di RS Polri. Tetapi yang bersangkutan senantiasa menolak dan ingin tetap berada di rumah tahanan Bareskrim dan tentunya mendapat perawatan dari dokter kepolisian," kata Rusdi dalam jumpa pers di Gedung Humas Polri, Jakarta Selatan, Rabu (10/2/2021).

Selang dua hari rekomendasi Dokter yang tak dijalankan itu, tepatnya pada tanggal 8 Februari 2021, Ustaz Maaher dinyatakan meninggal dunia atas penyakit yang dideritanya.

Baca Juga: Komnas HAM: Tak Ada Penyiksaan di Balik Meninggalnya Ustadz Maaher

"Kemudian pada tanggal 8 Februari 2021, sekitar pukul 19.30 tersangka atas nama Soni meninggal dunia," ujar Rusdi.

Rusdi menekankan, ketika tanggal 6 dan 8 Februari tersebut, Maaher berstatus tahanan dari Kejaksaan yang ditititpkan ke Rutan Salemba cabang Bareskrim Polri. Mengingat, pada tanggal 4 Februari, penyidik sudah melakukan tahap II atau penyerahan tersangka dan barang bukti.

Baca Juga: Komnas HAM Minta Informasi Meninggalnya Ustadz Maaher ke Kejaksaan, Ini Alasannya

"Dan pada tanggal 4 Februari tanggung jawab tersangka dan barang bukti diserahterimakan dari penyidik Bareskrim Polri kepada pihak Kejaksaan," ucap Rusdi.

Dalam catatan, Maaher pada 20 Januari 2021 jatuh sakit. Kemudian, dibawa ke RS Polri untuk menjalani perawatan. Seminggu dirawat atau 27 Januari, kondisinya sudah membaik dan kembali ke balik jeruji besi.

Polisi sebelumnya memastikan Maaher tewas dalam keadaan sakit. Namun, penyakit yang dideritanya tidak bisa diungkap ke publik karena sensitif dan bisa mencoreng nama baik keluarga.

Ketika meninggal dunia, Maaher berstatus tahanan Kejaksaan. Lantaran, polisi sudah melimpahkan tahap II ke pihak Korps Adhyaksa.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini