Beredar Daftar Kekerasan KKB Papua dari 2019 hingga 2021

Riezky Maulana, iNews · Selasa 09 Februari 2021 19:07 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 09 337 2359388 beredar-daftar-kekerasan-kkb-papua-dari-2019-hingga-2021-25LqDyEi7i.jpg Foto: Ist

JAKARTA - Tersebar data yang berisi daftar lengkap kekerasan yang dilakukan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Intan Jaya, Papua selama dua tahun ke belakang. Terhitung 2019 hingga awal 2021.

(Baca juga: Ustadz Maheer Meninggal, Tengku Zul: Semua Akan Dijelaskan di Pengadilan Allah)

Dimulai dari 25 Oktober 2019, KKB melakukan penembakan terhadap tiga orang tukang ojeg dari Sugapa ke kampung Pugusiga, Intan Jaya. Akibat penyerangan itu, tiga orang meninggal dunia yakni Rizal, La Soni, dan Herianto.

Pada 17 Desember 2019, KKB Papua kembali melakukan tindakan terornya dengan melakukan kontak tembak dengan Satgas Nelangkawi di Ugimbia, Intan Jaya. Akibatnya, Lettu Erizal dan Serda Ramadhan meninggal dunia.

(Baca juga: Warga Korban Penembakan KKB Papua Dievakuasi ke Timika untuk Dirawat )

Dua hari berselang, 19 Desember 2019 KKB kembali terlibat baku tembak dengan Satgas Nelangkawi. Mengakibatkan tiga orang terluka, yakni Serda Gunawan, Serda Ari, dan Lettu Arya, serta satu prajurit meninggal dunia atas nama Serda Romadhon.

Di tanggal 21 Desember 2019, KKB masih menyerang Satgas Nelangkawi. Hal yang membedakan adalah lokasinya, jika dahulu dilakukan di Ugimbia, saat itu KKB baku tembak di Kampung Wabui, Intan Jaya.

Keesokan harinya, giliran Pasukan Kostrad 433 yang terlibat baku tembak dengan KKB di Ugimbia, Intan Jaya. Atas baku tembak tersebut, Serda Priyadi mengalami luka.

Sedangkan pada tahun 2020, eskalasi penyerangan yang dilakukan oleh KKB kepada unsur TNI-Polri, dan masyarakat kian meningkat. Tanggal 14 Januari, KKB langsung melakukan aksi terornya dengan prajurit Yonif 433 di Kampung Tinggi, Intan Jaya. Tak ada kerugian materil dan personel saat penyerangan terjadi.

Kostrad 433 dan KKB kembali terlibat baku tembak di Kampung Joupraru, Intan Jaya, Papua pada 26 Januari yang berakibat satu masyarakar bernama Jekson S mengalami luka.

Bulan Februari masih terhitung enam hari, KKB melakukan pembakaran di Intan Jaya yang mengakibatkan kantor kepala desa, alat berat, dan kios rusak. Tanggal 16 Februari, di Kampung Joupraru kembali terjadi kontak tembak antara KKB dan TNI, akan tetapi tak terjadi kerugian materil maupun personel dalam peristiwa tersebut.

Personel Persiapan Koramil di Distrik Hitadipa Intan Jaya juga pernah terlibat baku tembak dengan KKB. Peristiwa di tanggal 27 Maret 2020 itu beruntungnya tidak mengakibatkan korban fisik maupun kerugiaan materiil. Begitu pula dengan kejadian baku tembak dengan personel TNI yang terjadi di Kampung Mbamogo, Intan Jaya pada 19 Mei 2020 yang tidak mengalami kerugian.

Tak hanya personel TNI-Polri dan masyarakat ternyata yang menjadi sasaran dari KKB, kali ini KKB melakukan penyerangan terhadap para petugas medis di Distrik Wandal, Intan Jaya tanggal 27 Mei 2020. Akibatnya, Heniko meninggal dunia dan Alex mengalami luka-luka.

Satu minggu berselang, tepatnya 29 Mei 2020, KKB melancarkan aksi teror terhadap masyarakat sipil di daerah perbatasan antara Intan Jaya dan Paniai. Akibatnya, satu masyarakat atas nama Yunus Sani meninggal dunia.

Kemudian, tanggal 8 Agustus 2020 terdengar suara bunyi tembakan di Kampung Oesiga, Intan Jaya. Beruntung tidak menimbulkan kerugiaan. Tukang ojek kembali menjadi sasaran KKB di tanggal 15 Agustus 2020 yang berakibat seorang satu tukang ojek bernama Laaode Jamudin meninggal dunia.

Sehari setelah peringatan hari kemerdekaan, 18 Agustus 2020, KKB membumi hanguskna satu unit escavator di Intan Jaya. 14 September 2020, KKB kembali melancarkan aksinya kepada dua orang tukang ojek bernama Laode dan Fatur yang berakibat keduanya luka-luka.

Tiga hari berselang, 17 September 2020 masyarakat sipil di Kampung Bilogai bernama Badawi meninggal dunia karena diserang KKB. Masih di tanggal yang sama, KKB menyernag Satgas Apter Hitadipa di Kampung Sugapa Lama yang menyebabkan Serka Sahlan meninggal dunia dan TNI kehilangan satu cuk FNC ditambah 25 Munisi.

Pesawat yang hwndak mengevakuasi Serka Sahlan di tanggal 18 September turut menjadi incaran KKB. Namun beruntungnya tak ada korban jiwa dan materiil dari aksi tersebut.

Satgas Apter Hitadipa kembali terlibat kontak tembak dengan KKB di Hitadipa. Akibat peristiwa itu dua korban bernama Pratu Dwi Akbar dan Pendeta Yeremia harus meninggal dunia.

Aparat keamanan yang tengah berjaga di depan Kantor Bupati Intan Jaya turut diserang oleh KKB pada tanggal 23 September 2020. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu. Dua hari berselang, 25 September 2020, aparat keamanan juga terlibat kontak tembak dengan KKB di Bandara Sugapa.

Lima hari setelah menyerang bandara, KKB menyerang Mapolsek Sugapa dan tidak menimbulkan korban jiwa. Rombongan Dirkrimum dan Dansat Narkoba turut mengalami teror dari KKB di tanggal 4 Oktober 2020.

Di tanggal 5 Oktober Tim Gabungan TNI-Polri di Kodim Apter Distrik Sugapa juga terlibat kontka tembak dengan KKB. Syukurnya, tak ada korban jiwa dari peristiwa itu.

Seorang pewarta bernama Agustinus Duwitawu juga menjadi korban penyerangan KKB tanggal 7 Oktober 2020. Akibat penyerangan itu, Duwitawu mengalami luka-luka.

Pesawat di Bandara Bilogai, Intan Jaya kembali menjadi sasaran penyerangan KKB di tanggal 8 Oktober 2020. Tim TGPF Kemenko Polhukam menjadi turut diserang oleh KKB pada 9 Oktober 2020, akibatnya satu orang dari rombongan bernama Bambang dan tiga orang prajurit mengalami luka.

Personel Yonif 400 terlibat baku tembak dengan KKB Kemabu di Distrik Hitadipa pada tanggal 11 Oktober 2020. Di hari yang sama terdengar bunyi tembakan sebamyak dua kali di belakang Kantor Bank Papua Distrik Sugapa.

Dua hari berselang, tepatnya 13 Oktober 2020, personel Satgas Yonif 400 terlibat baku tembak dengan lima orang KKB di sekitran wilayah Bandara Bilorai. Tanggal 23 Oktober, seorang warga bernama David Bagau dikabarkan hilang akibat penculikan yang dilakukan oleh KKB.

Satgas Nemangkawi ditembaki oleh KKB pada 26 Oktober saat melakukan penindakan di Kampung Jalai, Intan Jaya. Akibatnya, satu orang KKB bernama Nufinus Tigau meninggal dunia dan Meinus Nabagani mengalami luka.

Masuk di bulan November, Satgas Maleo terlibat kontak tembak dengan KKB pada tanggal 5 November. Dua orang terluka dalam peristiwa ini. Sehari berselang, KKB dan Satgas Yonif 400 kembali terlibat baku tembak yang menyebkan Pratu Firdaus meninggal dunia serta Pratu Arbi luka-luka.

Akhir bulan, detilnya 30 November Satgas Pinang Sirih terlibat baku tembak dengan KKB di Kampung Pogopa, Intan Jaya. Tak ada korban jiwa yang diakibatkan peristiwa tersebut.

Memasuki Tahun 2021, KKB langsung tangcap gas menjalankan aksi teror, diketahui pada tanggal 6 Januari satu unit pesawat MAF Codiak C100 yang terpakir di Bandara Pangamba dibakar. Sehari berselang, tali bendera merah putih di Tebing Bulapa, Intan Jay dipotont oleh KKB. Terdengar pula bunyi tembakan di lokasi yang sama.

Satgas 400/BR turut terlibat baku tembak dengan KKB di tanggal 10 Januari, dan berakibat Pratu Agus Kurrniawan meninggal. Data terakhir, di tanggal 22 Januari 2021 Satgas 400/BR dan KKB kembali baku tembak, dengan korban jiwa Roy Vebrianto dan Pratu Dedi Hamdani meninggal dunia.

Sementara itu, Kepala Penerangan Kodam XVII/Cenderawasih Letkol Arm Reza Nur Patria yang dikonfirmasi ihwal data tersebut belum membenarkan informasi tersebut. Dirinya akan terlebih dahulu mencari kebenaran atas data yang telah tersebar.

"Saya cari informasi lebih lanjut," tuturnya ketika dikonfirmasi oleh MNC Portal Indonesia melalui pesan singkat, Selasa (9/2/2021).

Kapuspen TNI Mayjen TNI Achmad Riad belum memberikan respons. Begitupun dengan Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol Ahmad Musthofa Kamal belum menjawab pesan singkat yang dikirimkan dan sambungan telepon.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini