Alasan Polri Tak Buka Penyakit Ustadz Maaher: Bisa Coreng Nama Baik Keluarga

Puteranegara Batubara, Okezone · Selasa 09 Februari 2021 13:03 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 09 337 2359127 alasan-polri-tak-buka-penyakit-ustadz-maaher-bisa-coreng-nama-baik-keluarga-aBIyQ4X1Mf.JPG

JAKARTA - Polri menyatakan bahwa meninggalnya Ustadz Maaher At-Thuwailibi atau Soni Eranata di Rutan Salemba cabang Bareskrim Polri, lantaran penyakit yang dideritanya selama ini.

Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono mengungkapkan bahwa, pihak kepolisian tidak bisa menyebut jenis penyakit yang diderita oleh Maaher selama ini. Pasalnya, hal itu jika diungkap ke publik bisa mencoreng nama baik keluarga.

"Yang Terpenting dari keterangan dokter dan perawatan yang ada bahwa saudara Soni sakit. Sakitnya sensitif yang bisa buat nama keluarga bisa tercoreng kalau kami sebutkan di sini," kata Argo dalam jumpa pers di Gedung Divisi Humas Polri, Jakarta Selatan, Selasa (9/2/2021).

Argo menjelaskan, selama menjadi tahanan aparat kepolisian dalam kasus UU ITE, pihaknya sudah sempat dibawa ke Rumah Sakit (RS) Polri untuk menjalani pengobatan.

Baca Juga: Kronologi Ustadz Maaher Meninggal Dunia di Rutan Polri

Setelah menjalani perawatan pun, Maaher kembali menjalani penahanan di Rutan Bareskrim Polri. Hingga akhirnya, berkas perkara Maaher dinyatakan lengkap dan dilimpahkan ke Kejaksaan.

"Kemudian kami kirim tersangka dan barang bukti ke kejaksaan karena sudah ada pemberitahuan bahwa kasus tersebut lengkap makanya langsung kami kirimkan kepada kejaksanaan tahap II kami kirim," ujar Argo.

Menurut Argo, setelah tahap II dan diserahkan ke Jaksa Maaher kembali mengeluh sakit. Petugas rutan dan tim dokter menyarankan agar dibawa ke RS Polri tapi yang bersangkutan tidak mau.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini